VIVA – Ketika Timnas Indonesia era Shin Tae-yong mencari juru gedor baru beberapa waktu lalu, winger Eropa ini seolah-olah pamer agar dirinya yang terpilih.
Namun lama tak terdengar kabarnya, pemain Belanda yang pernah cetak 50 gol dalam semusim tersebut kini kesulitan dapat menit bermain di klub kasta bawah.
Ole Romeny menjadi jawaban atas semua pertanyaan sulitnya lini depan Timnas Indonesia dalam urusan mencetak gol. Kehadirannya mengubah segalanya.
Hampir di setiap pertandingan yang dimainkan Timnas Indonesia selalu ada gol yang diciptakan oleh Ole Romeny. Ia bahkan berpeluang masuk deretan top skor Garuda.
Namun jauh sebelum itu, skuad Merah-putih pernah membidik beberapa pemain yang berpotensi bisa melahirkan banyak gol bagi anak-anak asuh Shin Tae-yong.
Tak heran jika sejumlah diaspora Eropa masing-masing unjuk gigi mempertontonkan kebolehannya dalam perihal merobek pertahanan lawan.
Justin Mathieu Sempat Pamer Gol- SC Cambuur
Pemain yang dimaksud adalah Justin Mathieu, bomber serba bisa kelahiran Belanda yang pada 2024 lalu mengaku punya garis keturunan Indonesia dari leluhurnya.
Demi meyakinkan para penggemar, Justin Mathieu sampai menyematkan bendera Merah-putih di samping bendera Belanda dalam profil Instagram-nya.
Berperan versatile, Justin Mathieu selalu menjalankan perannya dengan baik apabila ditempatkan pada lini serangan di setiap tim yang dia perkuat.
Informasi tambahan, Justin Mathieu beroperasi di sektor sayap kanan dan kiri serta mampu memainkan peran sebagai striker sampai gelandang serang.
Playmaker 30 tahun tersebut juga kaya akan pengalaman di klub papan atas seperti Willem II dan Go Ahead Eagles. Pun halnya di musim 2023/2024, ia menjadi top skor Liga Armenia bersama FC Noah.
Tercatat, lebih dari 11 musim karier Justin Mathieu dihabiskan di Belanda. Total 55 gol dan 36 assist dari 158 penampilan dikumpulkan pemain keturunan Indonesia itu.
Penampilan terbaik Justin Mathieu terjadi ketika bermain untuk klub Liga Belanda yakni Top OSS. Total 31 gol dan 22 assist dalam dua musim berhasil disumbangkan.
Sementara itu, pengalamannya di level internasional juga cukup mentereng. Belanda U-16, U-17, dan U-19 pernah memanggilnya dengan catatan 14 caps.





