Era Digital Ubah Cara Perusahaan Memilih Pemimpin

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Transformasi digital tidak hanya mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, tetapi juga memengaruhi strategi dalam menyiapkan calon pemimpin. Jika sebelumnya promosi jabatan kerap mengandalkan pengalaman atau penilaian subjektif, kini banyak organisasi mulai mengutamakan pendekatan yang lebih terukur.

Perubahan tersebut didorong oleh dinamika bisnis yang semakin cepat. Perusahaan dituntut memiliki pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Baca Juga :
Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM, Ketum TP Posyandu Kasih Apresiasi
Perkuat Ekosistem Digital, Kadin Beberkan Strategi Dorong Pelaku UMKM Naik Level

Karena itu, proses mencari dan menyiapkan pemimpin masa depan atau leadership pipeline menjadi perhatian banyak perusahaan. Keputusan terkait promosi, pengembangan talenta, hingga succession planning kini dinilai perlu didukung oleh data dan asesmen yang lebih objektif.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu organisasi mengurangi risiko salah memilih pemimpin. Selain mempertimbangkan pengalaman kerja, perusahaan juga mulai melihat kompetensi, potensi, dan kesiapan seseorang untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Executive Director KTM Solutions, Reny W. Indriadi, mengatakan pertengahan tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi strategi pengembangan kepemimpinan. Menurutnya, perusahaan perlu memiliki ruang untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan tersebut.

"Di pertengahan tahun ini, kami melihat pentingnya ruang diskusi yang memungkinkan organisasi untuk berhenti sejenak, saling mendengar, dan melihat kembali bagaimana mereka menyiapkan pemimpin yang mampu membawa pertumbuhan ke depan. Kami percaya banyak pembelajaran terbaik lahir dari percakapan yang terbuka dan saling berbagi pengalaman," ujarnya, dikutip Senin 29 Juni 2026.

Sementara itu, Director of Strategic & Advisory KTM Solutions, Ivan Ahda, menilai leadership pipeline seharusnya menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar agenda pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, setiap keputusan terkait talenta perlu mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat diukur.

"Leadership pipeline bukan hanya tentang siapa yang akan naik ke posisi berikutnya, tetapi tentang bagaimana organisasi memastikan setiap keputusan talenta didukung oleh data, konteks bisnis, dan kesiapan yang terukur," kata Ivan.

Pandangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam KTM Growth Forum: Turning Point bertema The Leadership Pipeline Challenge yang digelar di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin organisasi dan praktisi HR dari berbagai industri untuk berdiskusi mengenai kesiapan talenta, succession planning, serta tantangan membangun pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan bisnis di era yang terus berubah.

Baca Juga :
Trump Ancam Beri Tarif 100% Bagi Negara yang Pungut Pajak Digital ke Perusahaan AS
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menutup Akun Kredivo? Simak 5 Pertimbangan Ini
Bank Indonesia Gelar Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, Simak Tujuan Besarnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motor dan Mobil Penyumbang Emisi Gas Tertinggi, Ini Solusi dari AHY
• 9 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Catat! Mitigasi Sebelum, Saat, dan Sesudah Kekeringan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ada 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Wamenhan-Wamenkes Tinjau Penanganan Medis Peserta SPPI
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Wali Kota Makassar Tegaskan Pentingnya Integritas dalam Pengelolaan Dana BOS untuk Cegah Kemiskinan Terstruktur
• 3 jam laluharianfajar
thumb
AHY Sebut Pemilu 2029 Masih Jauh, Demokrat Pilih Fokus Urus Masalah Rakyat
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.