Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah skema pelatihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program yang sebelumnya menggunakan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini diganti menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Advertisement
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut Rico, materi yang bersifat taktis dan teknis militer turut dikurangi. Kegiatan menembak juga tidak lagi menjadi bagian dari pelatihan.
Sebagai gantinya, pelatihan difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.
Perubahan itu dilakukan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti program tersebut.
Dengan perubahan tersebut, Kemhan berharap peserta tetap memperoleh nilai kedisiplinan dan kepemimpinan tanpa mengurangi aspek keselamatan selama pelatihan.




