Sambut Kepulangan Korban TPPO di Kamboja, Menteri P2MI: PMI Wajib Gunakan Jalur Resmi

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengingatkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk selalu menggunakan jalur resmi jika berminat untuk bekerja di luar negeri, seiring maraknya modus operandi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Mukhtarudin saat secara langsung menyambut kedatangan Supiat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jakarta, Senin (29/6/2026).

“Setiap warga negara yang memiliki minat dan rencana untuk bekerja di luar negeri diwajibkan untuk selalu menggunakan jalur prosedural (resmi),” kata Mukhtarudin melalui pernyataan yang dikonfirmasi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Siap Bantu Pulangkan PMI Asal Cianjur yang Diduga Jadi Korban TPPO di Libya

Supiat merupakan pemuda kelahiran 7 Juli 2004 asal Desa Bintang Kurung, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, yang mengaku awalnya tergiur oleh tawaran lowongan kerja yang diunggah oleh oknum tidak bertanggung jawab di media sosial Facebook.

Terpikat oleh tawaran tersebut, Supiat merespons unggahan hingga berlanjut ke ruang obrolan privat.

Keduanya kemudian saling bertukar nomor WhatsApp untuk mematangkan proses keberangkatan.

Baca juga: Kemlu Ungkap Kondisi PMI di Libya yang Minta Dipulangkan ke Indonesia

Sindikat tersebut menjanjikan Supiat pekerjaan legal dengan gaji besar di Malaysia sebagai petugas pembersih kebun.

Namun, setibanya di luar negeri, jalur perjalanannya dialihkan secara paksa ke Kamboja, di mana ia justru disekap dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan daring.

Berkaca dari kasus Supiat, Menteri Mukhtarudin kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah memercayai akun-akun media sosial pribadi yang menjanjikan proses instan.

Dia mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan verifikasi validitas perusahaan, detail lowongan pekerjaan, negara penempatan, hingga persyaratan dokumen resmi secara mandiri melalui jembatan sistem integrasi resmi pemerintah di situs web SISKOP2MI.

Baca juga: Viral PMI Asal Cianjur Menangis Minta Dipulangkan dari Libya Diduga Korban TPPO: Tolong Presiden, KDM

Di hadapan Menteri Mukhtarudin, Supiat pun memberikan pesan emosional yang ditujukan khusus kepada seluruh warga Kalimantan Tengah agar tidak terjebak dalam lubang yang sama.

Pengalaman disekap dan dieksploitasi di negeri orang meninggalkan trauma mendalam bagi pemuda asal Kalteng tersebut.

Supiat mengaku saat ini dirinya masih dirundung rasa takut dan enggan untuk kembali mencoba peruntungan bekerja di luar negeri dalam waktu dekat.

“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar karena risikonya sangat besar jika bekerja lewat jalur yang tidak resmi,” pesan Supiat.

Baca juga: Terekam CCTV, Pelaku dengan Santai Ambil Hp Relawan di PMI Sragen

Adapun Kementerian P2MI telah mematangkan jadwal kepulangan Supiat menuju kampung halamannya di Kalimantan Tengah.

Pemuda tersebut akan dipulangkan ketika seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan primer dan penanganan transit di Jakarta selesai difasilitasi oleh pemerintah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sesuai komitmen awal pemerintah untuk memberikan pelindungan berlapis dan bebas biaya, Supiat tidak akan dibiarkan melakukan perjalanan domestik sendirian.

Petugas di lapangan akan menggunakan kendaraan operasional dinas untuk memastikan Supiat tiba dengan selamat di hadapan keluarganya di Barito Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konferensi Republik Sepakati 20 Anggota Formatur, Cetuskan 3 Mandat
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
BPJPH: Percepatan sertifikasi halal perkuat ekosistem halal nasional
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Era Digital Ubah Cara Perusahaan Memilih Pemimpin
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
IRGC Klaim Hancurkan Delapan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapitalisasi pasar modal RI ditargetkan capai Rp30.000 triliun di 2030
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.