AHY Menegaskan Indonesia Tidak Boleh Takut Bersaing dengan China dalam Industri Kendaraan Listrik

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Indonesia tidak boleh takut menghadapi dominasi produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China di pasar global dan justru harus menjadikan persaingan tersebut sebagai pemicu untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

AHY mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk membangun industri kendaraan listrik nasional melalui kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi otomotif.

Ia mengungkapkan, "Tiongkok bisa dikatakan merajai pasar EV dunia, banyak yang kemudian merasa berat menghadapi Tiongkok. Tapi juga jangan lupa namanya memulai, tentu diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error kemudian pengembangan diikuti dengan riset-riset berikutnya. Ada negara-negara tetangga kita juga berani dan berhasil untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya. Indonesia juga saya rasa punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing."

Target Hadirkan Kendaraan Listrik Buatan Indonesia

Pemerintah mendorong lahirnya merek kendaraan listrik lokal dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat secara bertahap hingga mencapai produksi yang sepenuhnya dilakukan di Indonesia.

AHY mengatakan, "Justru kita jadikan itu pelecut kita bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia. Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi katakanlah belum bisa 100 persen TKDN-nya harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100 persen buatan Indonesia dan teknologinya kita juga tidak tertinggal. Karena kita punya putra-putri terbaik, engineers-engineers terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production."

AHY menilai kerja sama dengan perusahaan maupun negara lain tetap diperlukan untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dengan tetap berorientasi pada penguatan kemampuan industri otomotif dalam negeri.

Ia mengatakan, "Ini adalah bagian dari semangat membuka kerja sama dengan negara-negara atau korporasi-korporasi besar di dunia yang juga ingin mengembangkan industri EV di dalam negeri. Tetapi bapak presiden juga seringkali menekankan kita harus memiliki tekad yang kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional dan kita juga mulai dengan industri otomotif berbasis listrik."

Pemerintah Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah terus membangun ekosistem kendaraan listrik melalui penyusunan kebijakan yang mendukung investasi, pemberian insentif pajak bagi industri dan investor, serta pengembangan industri baterai, mobil nasional, dan motor listrik.

AHY mengatakan, "Yang dilakukan oleh pemerintah tentu adalah membangun ekosistem termasuk memastikan agar kebijakan-kebijakan yang dilahirkan itu juga terus berpihak untuk mendorong pengembangan industri dan pengembangan elektrifikasi kendaraan. Termasuk insentif pajak, insentif bagi industri dan para investor untuk mengembangkan misalnya baterai dan pengembangan mobil nasional termasuk motor-motor listrik dan lain sebagainya."

Pemerintah juga terus memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pulau Jawa maupun berbagai wilayah lain di Indonesia agar penggunaan kendaraan listrik semakin nyaman dan mendukung percepatan pertumbuhan ekosistem EV nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyaluran KUR di Sulsel Ditarget Rp17,03 Triliun, Perbankan Ungkap Tantangannya
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Taufik Hidayat Dijerat Pasal Berlapis, 9 Jaksa Dikerahkan Kawal Kasus
• 18 jam laludetik.com
thumb
Ancaman Neraka dari Iran untuk Amerika
• 19 jam laludetik.com
thumb
Makam Tanpa Nama dan Jembatan NU-Muhammadiyah di Karangkajen
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Duduk Perkara dr Icha Akhiri Hidup Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.