Jakarta: Jakarta: Pelantikan Icha Mustika Sari sebagai Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta tidak sekadar pergantian jabatan. Di balik amanat tersebut, ia membawa misi besar memperkuat peran perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan.
Icha menegaskan perempuan bukan sekadar pelengkap dalam panggung politik. Mereka, menurutnya, justru menjadi motor perubahan yang mampu membawa perspektif berbeda dalam merumuskan kebijakan publik.
"Perempuan bukan pelengkap. Kami motor perubahan. Saya ingin lihat lebih banyak ibu-ibu, adik-adik mahasiswi, dan pelaku UMKM perempuan berani maju dan dipercaya warga," ujar Icha dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 Juni 2026.
Komitmen itu ia buktikan dengan menyatakan kesiapannya kembali maju sebagai calon anggota DPRD DKI Jakarta pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.
"Ini amanah, bukan akhir perjuangan. Saya dilantik jadi Wakil Ketua DPW PAN Jakarta, dan saya juga berkomitmen untuk maju kembali di Pileg 2029. Tujuannya satu, memperjuangkan aspirasi warga Jakarta langsung dari DPRD DKI," katanya.
Menurut Icha, perempuan memiliki kepekaan tersendiri dalam menangkap persoalan masyarakat. Ia menilai warga membutuhkan pemimpin yang hadir dan mau mendengar aspirasi secara langsung, bukan sekadar tampil pada momen-momen tertentu.
"Jakarta butuh pemimpin yang hadir. Yang mau duduk bareng, ngobrol di warung, lihat got buntu, dan dengar keluh kesah UMKM. Saya ingin jadi jembatan antara kebijakan dan kehidupan warga di bawah," ujarnya.
Pengalamannya sebagai calon legislatif dan aktivis partai membuatnya memahami berbagai persoalan warga Jakarta. Ia mencatat dan merekam setiap keluhan yang disampaikan masyarakat untuk dibawa ke meja kebijakan.
"Blusukan kami bukan seremonial. Kami catat, kami rekap, lalu kami bawa ke meja kebijakan. Itu janji saya," tegasnya.
Menghadapi Pileg 2029, Icha menyiapkan sejumlah langkah yang melibatkan partisipasi perempuan secara aktif.
Pertama, mengaktifkan kembali struktur partai dari tingkat bawah, mulai dari relawan, ranting, hingga PAC PAN di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya akar yang kuat dalam membangun kekuatan politik.
"Tanpa akar yang kuat, pohon sebesar apa pun mudah tumbang," katanya.
Kedua, PAN akan mendorong lahirnya kader yang memahami persoalan masyarakat, mulai dari sampah, banjir, ruang publik, hingga pelaku UMKM. Tidak terkecuali kader perempuan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial kemasyarakatan.
Ketiga, kerja politik berbasis data menjadi prioritas. Icha ingin kebijakan yang dihasilkan bukan sekadar janji, melainkan solusi nyata yang dapat dirasakan warga.
Icha menilai kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kekuatan politik. Selama lima tahun ke depan, ia berencana merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas, ibu-ibu PKK, anak muda, dan pelaku UMKM.
"Politik itu soal gotong royong. Kalau hanya jalan sendiri, kita cepat lelah. Kalau jalan bareng warga, langkahnya jadi ringan," ujarnya.
Perempuan, lanjut Icha, harus memperoleh ruang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan. Ia optimistis dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat aktif, kebijakan yang dihasilkan akan lebih berpihak pada rakyat.
Di akhir pelantikan, Icha menegaskan fokus utamanya bukan sekadar mengejar target kursi, melainkan membangun konsolidasi partai dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Keterlibatan perempuan dalam setiap tahapan menjadi salah satu prioritasnya.
"Hari ini garis start. Tidak ada waktu jeda. Kita konsolidasi, kita dengar warga, kita siapkan mesin politik untuk 2029. Insya Allah, PAN Jakarta bisa masuk tiga besar dan kembali lebih kuat," tutupnya.




