JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Praz Teguh, Anwar Sanjaya, dan Davina Karamoy, influencer Karin Novilda alias Awkarin turut menyerahkan uang saku yang diterimanya dari Hanania Travel kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/6/2026).
Uang saku didapatkan Awkarin saat diberangkatkan ibadah umrah oleh Hanania Travel pada 29 Juli-9 Agustus 2024 lalu.
“Kami tegaskan juga bahwa pada faktanya klien kami menerima uang saku. Dan pada pemeriksaan hari ini, klien kami telah memberikan kembali uang saku tersebut kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan,” jelas kuasa hukum Awkarin, Asthasasta, saat ditemui di Mapolda metro Jaya usai pemeriksaan, Senin.
Baca juga: Polisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus Pelemparan Molotov di Jakut
Namun, baik Awkarin maupun Astha memilih tidak menginformasikan nominal uang saku yang diterima saat itu.
Uang itu didapat Awkarin bersamaan dengan kewajibannya mempromosikan Hanania Travel melalui sejumlah unggahan konten.
Total ada 12 konten yang diunggah Karin melalui akun Instagram pribadinya, terdiri dari sembilan unggahan foto dan tiga unggahan video dalam format Reels.
Selain menyerahkan uang sakunya, Awkarin turut memberikan kesaksiannya kepada penyidik.
Menurut dia, langkah ini sama halnya dengan membantu korban agar dapat mewujudkan keadilan bagi mereka.
“Kami diperiksa karena memang diperlukan informasi-informasinya untuk memperjelas proses penyidikan biar mereka (penyidik) juga tahu dan bisa segera mendapatkan keadilan buat para korban,” jelas Karin.
Sebelumnya, sejumlah influencer telah menyerahkan uang saku yang mereka terima saat bekerja sama dengan Hanania Travel kepada penyidik, di antaranya Praz Teguh, Anwar Sanjaya, dan Davina Karamoy.
Di samping itu, penyidik juga sudah memeriksa influencer lainnya demi mendalami aliran dana dan aset milik Ahmad Syah Farhan, pemilik Hanania Travel.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan uang korban yang telah diserahkan kepada Hanania Travel.
Baca juga: 3 Karyawan yang Disekap Bos Percetakan di Jakpus Sempat Dilarang Diberi Makan
Hingga kini, Polda Metro Jaya mencatat 687 korban yang gagal berangkat umrah karena dugaan penipuan dan penggelapan ini. Pelaporan kepada Posko Pelayanan Pengaduan pun masih berjalan.
Kasus ini mencuat setelah ratusan calon jemaah mendatangi kantor pusat Hanania Travel di gedung perkantoran Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026) siang.
Mereka meminta kejelasan setelah gagal diberangkatkan umrah sesuai jadwal. Dalam mediasi dengan para jemaah, Farhan mengakui pihaknya belum mampu memberangkatkan jemaah, terutama untuk kloter Juni dan Juli 2026.





