jakarta.jpnn.com - Arsari Group membantah kabar yang menyebut Hashim Djojohadikusumo memiliki saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
Arsari Group menegaskan adik Presiden Prabowo Subianto itu tidak mempunyai saham di FolaPlay.
BACA JUGA: Ketum KB PII Minta Kader Dukung Presiden Prabowo
"Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay)," kata Vice President Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan, Senin (29/6).
Ariseno juga membantah tuduhan yang menyebut adanya penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim.
BACA JUGA: Prabowo: Tidak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
"Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi," ujarnya.
Menurut Ariseno, Hashim tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di FolaPlay.
BACA JUGA: Erick Thohir Tegaskan Prabowo Dukung Total Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
"Dengan demikian, tuduhan yang menyatakan bahwa anggaran negara yang digunakan dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 dimaksudkan untuk memperkaya atau menguntungkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi," katanya.
Arsari Group menegaskan tetap menghormati kebebasan pers dan hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Namun, Ariseno menekankan kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan itikad baik dalam penyampaian informasi kepada publik.
Dia mengaku mencermati adanya berbagai informasi yang dinilai tidak akurat, spekulatif, dan bersifat fitnah yang belakangan diarahkan kepada Hashim.
"Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan tanpa dukungan bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat," ujarnya.
Ariseno mengajak masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar di ruang publik.
"Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan itikad baik dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi," kata Ariseno. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




