Jakarta, tvOnenews.com - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) berhasil menghimpun dana segar senilai sekitar Rp29,99 miliar melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Dana jumbo itu disebut akan dipakai untuk memperkuat lini bisnis utama MUTU, mulai dari layanan pengujian laboratorium, sertifikasi halal, hingga pengembangan bisnis verifikasi karbon yang diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan jangka panjang.
Sejumlah investor strategis yang masuk, diyakini akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat langkah ekspansi MUTU. Khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi berbasis keberlanjutan.
Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk Arifin Lambaga mengatakan tambahan modal segar lewat private placement ini menjadi asupan penting bagi perseroan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis di berbagai sektor yang tengah berkembang.
"Kalau dengan masuknya Rp30 miliar tentu pertumbuhannya akan lebih kuat. Kami melihat tren bisnis ke depan tetap solid, terutama karena MUTU akan menjadi platform yang masuk ke sektor sustainability dan green yang menjadi fokus dunia," ujar Arifin dalam paparan publik, Senin (29/6/2026).
Masuknya Sandiaga Uno hingga Ridzki D. Kramadibrata
Melansir berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada 19 Juni 2026, MUTU menerbitkan sebanyak 309,27 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp97 per saham.
Lewat aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil mengantongi dana sekitar hamper Rp30 miliar. Sejumlah investor terkemuka yang berpartisipasi meliputi PT Samala Serasi Utama (SSU), PT Bumi Hijau Sedaya, Interra Resources Limited melalui anak usahanya di Indonesia, Andreas Tjahjadi, Leonard Tanubrata, serta Ridzki Kramadibrata.
SSU sendiri merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.
Sementara itu, Ridzki D. Kramadibrata yang dikenal sebagai mantan Presiden Grab Indonesia sekaligus pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) AirAsia Indonesia juga ikut ambil bagian dalam private placement kali ini.
Manajemen MUTU menegaskan seluruh investor yang berpartisipasi tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali maupun jajaran direksi dan komisaris perseroan.




