Buntut Lima Peserta Wafat, Menhan Sjafrie Setop Pelatihan Militer SPPI

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan resmi menghentikan total aktivitas kemiliteran fisik dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kebijakan drastis ini diambil sebagai bentuk evaluasi mendalam demi menjamin keselamatan para calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

BACA JUGA: 5 Peserta SPPI Meninggal, Nurdin Halid DPR Dorong Evaluasi Sistem Pelatihan & Penguatan SDM Koperasi Desa Merah Putih

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran, setelah kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia.

BACA JUGA: Pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran bagi SPPI Dinilai Perlu Evaluasi Serius

Dengan adanya evaluasi ini, Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," kata Rico.

BACA JUGA: 2 Peserta SPPI Meninggal saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Lakukan Evaluasi Latsarmil

"Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," ujar dia.

Menurut Rico, Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola koperasi bisa berjalan aman dan tertib.

Diketahui, Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi secara menyeluruh program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Merah Putih.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

Menurut Ketut, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik para peserta.

Setelah kondisi kesehatan para peserta diketahui, setiap satuan TNI yang jadi pihak pelatih latsarmil harus menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai dengan kondisi para peserta.

Dari sisi penanganan, Kemhan juga meminta agar penanganan medis terhadap peserta yang sakit bisa dilakukan secara cepat dan maksimal

Tidak hanya evaluasi soal kesehatan saja, Ketut mengatakan Sjafrie meminta evaluasi juga harus dilakukan dari segi pemberian materi selama pendidikan.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata dia.

Dengan demikian, para peserta tidak akan kehilangan esensi dari pendidikan latsarmil yang lebih menekankan pada nilai kedisiplinan dan membangun jiwa kepemimpinan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejurnas Judo Piala Kasad XVI 2026 Pecahkan Rekor Jumlah Peserta
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Liburan Berdua Pasangan Bisa Jadi Cara Merawat Pernikahan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menua bukan akhir kisah, Sidaya jadi solusi nyata
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia Terhenti di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior 2026, Fokus Bidik Medali Perorangan
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Ivan Gunawan Ungkap Kondisi Ruben Onsu yang Tengah Jalani Umrah, Sebut sang Sahabat Tetap Bahagia
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.