Mendagri: Sengketa Batas Wilayah dengan Sejumlah Negara Sebagian Besar Selesai!

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA  — Pemerintah terus memperkuat pengelolaan kawasan perbatasan sebagai bagian strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Tito yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI ini, menjelaskan, bahwa BNPP memiliki dua mandat utama, yakni menyelesaikan sengketa batas negara dan mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan negara.

Baca Juga :
Isu 2 Desa Indonesia Masuk Malaysia, Ini Penjelasan Mendagri Tito Karnavian

“Tugas pertama adalah penyelesaian sengketa perbatasan negara. Kita memang masih memiliki beberapa isu dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste, ada yang sudah selesai dan ada yang masih dalam proses pembicaraan,” ujar Tito.

Tugas kedua, lanjutnya, adalah membangun kawasan perbatasan agar masyarakat setempat merasakan keadilan pembangunan sekaligus memperkuat nasionalisme. Menurutnya, kawasan perbatasan yang maju dan sejahtera akan menjadi benteng pertahanan alami negara.

“Kalau masyarakat perbatasan makmur dan sejahtera, nasionalisme akan tinggi dan tentu tidak mudah diinfiltrasi pihak lain,” tegasnya.

Baca Juga :
Ryamizard Ryacudu Wafat, Mendagri Tito Kenang Sering Menghadap untuk Urusan Kampung

Tito menekankan kompleksitas pengelolaan perbatasan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki batas darat dengan tiga negara dan perbatasan laut dengan sepuluh negara, kondisi ini menuntut pengawasan dan koordinasi lintas sektor yang tidak sederhana.

“Berbeda dengan negara-negara besar berbasis daratan, kita adalah negara kepulauan. Tidak ada konektivitas darat dari Sabang sampai Merauke, ini tantangan besar yang harus dikelola bersama,” katanya.

Dia juga mengungkapkan sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian bersama, mulai dari penyelesaian sengketa di Sebatik, penambahan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), hingga pembangunan dan penyambungan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan, khususnya di Papua dan Kalimantan.

Baca Juga :
Kasus Korupsi Kepala Daerah Berulang, Mendagri Soroti Sistem Pilkada

“Di Papua, jalur dari Skouw hingga Merauke masih terputus-putus. Ini perlu diclearkan agar mendukung patroli keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata dia.

Mantan Kapolri ini menilai, penguatan peran BNPP RI sangat penting mengingat sifatnya sebagai lembaga koordinatif lintas kementerian dan lembaga. Ia menyambut baik dorongan Komisi II agar BNPP memiliki kewenangan yang lebih kuat dan imperatif sehingga orkestrasi program pembangunan perbatasan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beasiswa LPDP Batch II Dibuka Besok, Catat Jadwal Seleksi dan Aturannya
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Siapkan Jawaban Gugatan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya: Kami Hormati Proses Hukum
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Polri Tegaskan Platform Digital yang Kuasai Aset Nasabah Secara Sepihak Bisa Dipidana
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Tarif Listrik Kian Mencekik, Panel Surya Laris Manis di Tetangga RI
• 48 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Cara Kerja Blind Spot Warning Mitsubishi, Bantu Kurangi Risiko Kecelakaan
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.