NEW YORK, KOMPAS.TV — Tim penyelamat Venezuela tengah berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang terjebak reruntuhan bangunan setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara bagian La Guaira di utara pada Rabu lalu.
Namun, sebenarnya berapa lama korban yang terjebak reruntuhan bangunan dapat bertahan hidup?
Bagi mereka yang terjebak di reruntuhan setelah gempa bumi, kelangsungan hidup bergantung pada banyak faktor, termasuk cuaca dan akses ke air dan udara.
Menurut para ahli, jika luka yang diderita tidak terlalu parah, korban dapat bertahan hidup selama seminggu atau lebih, dengan asumsi cuaca tidak terlalu panas atau dingin.
“Sebagian besar penyelamatan terjadi dalam 24 jam setelah bencana. Peluang untuk bertahan hidup menurun setiap harinya setelah itu,” kata para ahli seperti dilansir dari The Associated Press.
Namun sayangnya, sebagian besar korban mengalami luka parah atau terkubur oleh batu atau puing-puing yang jatuh.
Baca Juga: Gempa Susulan Guncang Venezuela, Jumlah Korban Tewas Mencapai 1.450 Jiwa
“Korban yang terjebak dapat bertahan hidup jika mereka berada di tempat yang bebas puing yang tidak membuat mereka cedera serius saat menunggu penyelamatan, seperti di bawah meja yang kokoh,” kata ahli geofisika Victor Tsai dari Universitas Brown. Para ahli menyebut ini sebagai ruang kosong yang dapat bertahan hidup.
“Jika api, asap, atau bahan kimia berbahaya dilepaskan akibat runtuhnya bangunan, hal itu dapat mengurangi peluang seseorang untuk bertahan hidup,” kata pakar tanggap darurat Dr. Joseph Barbera, seorang profesor madya di Universitas George Washington.
Selain itu, memiliki udara untuk bernapas dan air untuk diminum sangat penting seiring berjalannya waktu.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Associated Press
- gempa venezuela
- korban bertahan hidup
- penyelamatan gempa





