Dari Kempes hingga Putros, Jejak Bintang Piala Dunia di Liga Indonesia

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Piala Dunia selalu menghadirkan kisah-kisah besar. Namun, di balik gemerlap turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu, tersimpan benang merah yang menghubungkan panggung global dengan kompetisi sepak bola Indonesia.

Dalam beberapa dekade terakhir, Liga Indonesia ternyata pernah menjadi rumah bagi sejumlah pemain yang mencicipi atmosfer Piala Dunia.

Ada legenda yang datang setelah mengangkat trofi juara dunia, ada pula pemain yang berangkat ke putaran final saat masih berstatus sebagai penggawa klub Indonesia.

Salah satu nama paling ikonik tentu Mario Kempes. Legenda Argentina itu merupakan pahlawan negaranya saat menjuarai Piala Dunia 1978, sekaligus peraih Bola Emas dan Sepatu Emas turnamen.

Di penghujung kariernya, Kempes memilih Pelita Jaya sebagai pelabuhan terakhirnya pada 1996, menjadikannya salah satu juara dunia terbesar yang pernah bermain di Indonesia.

Pada periode yang sama, Pelita Jaya juga diperkuat Pedro Pasculli, anggota skuad Argentina juara Piala Dunia 1986.

Kehadiran dua mantan kampiun dunia tersebut menjadi bukti bahwa kompetisi Indonesia pernah menarik perhatian pemain-pemain dengan reputasi internasional.

Nama lain yang tak kalah melegenda adalah Roger Milla. Ikon Kamerun itu dikenang sebagai sosok yang membawa negaranya mencetak sejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia 1990 dan tetap tampil impresif hingga usia 42 tahun pada edisi 1994.

Setelah petualangannya di panggung dunia berakhir, Milla sempat meramaikan Liga Indonesia bersama Pelita Jaya dan Putra Samarinda.

Tak hanya Milla, sejumlah pemain generasi emas Kamerun juga pernah berkarier di Tanah Air. Ernest Ebongue, Bertin Ebwelle, Jules Onana, Emmanuel Maboang, Jean-Pierre Fiala, Pierre Njanka, hingga Eric Djemba-Djemba pernah memperkuat berbagai klub Indonesia.

Di antara nama-nama tersebut, Njanka menjadi salah satu yang paling sukses karena membawa Arema Indonesia menjuarai Indonesia Super League musim 2009/2010.

Liga Indonesia juga pernah dihiasi pemain-pemain berkelas dari berbagai penjuru dunia. Nastja Ceh, yang membawa Slovenia tampil di Piala Dunia 2002, sempat berseragam PSMS Medan.

Ivan Bosnjak, anggota skuad Kroasia di Piala Dunia 2006, pernah memperkuat Persija Jakarta.

Sementara Didier Zokora, mantan gelandang Tottenham Hotspur dan Sevilla yang tampil dalam tiga edisi Piala Dunia bersama Pantai Gading, meramaikan Liga 1 bersama Semen Padang.

Kehadiran Michael Essien pada 2017 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola Indonesia.

Mantan bintang Chelsea dan Real Madrid yang dua kali membela Ghana di Piala Dunia itu bergabung dengan Persib Bandung sebagai pemain marquee dan langsung menyita perhatian publik sepak bola internasional.

Nama lain seperti Shane Smeltz, pencetak gol bersejarah Selandia Baru ke gawang Italia di Piala Dunia 2010, serta Peter Odemwingie, penyerang Nigeria yang tampil di dua edisi Piala Dunia, juga pernah merasakan atmosfer kompetisi Indonesia bersama Borneo FC dan Madura United.

Ada pula kisah unik Marcel Mahouve. Gelandang Kamerun tersebut justru lebih dulu dikenal publik Indonesia saat membela Putra Samarinda sebelum akhirnya dipanggil ke skuad negaranya untuk tampil di Piala Dunia 1998.

Selepas turnamen, ia kembali melanjutkan karier di Indonesia bersama Persita Tangerang.

Memasuki Piala Dunia 2026, keterkaitan Liga Indonesia dengan panggung sepak bola dunia kembali terlihat.

Gervane Kastaneer menjadi bagian dari sejarah saat membela Curacao pada penampilan perdana negaranya di putaran final Piala Dunia.

Penyerang yang sempat memperkuat Persib dan Persis Solo itu menjadi salah satu pemain berlatar belakang Liga Indonesia yang tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, sejarah baru benar-benar tercipta lewat Frans Putros. Bek Irak yang kini membela Persib Bandung menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di Piala Dunia.

Kehadirannya bersama Irak bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menandai semakin besarnya pengakuan terhadap kualitas kompetisi domestik Indonesia.

Dari Mario Kempes yang mengangkat trofi Jules Rimet hingga Frans Putros yang mencatat sejarah sebagai pemain aktif Liga Indonesia di Piala Dunia, perjalanan para pemain ini menunjukkan bahwa meski Indonesia belum tampil di putaran final, kompetisi nasional tetap memiliki jejak yang tak terpisahkan dari kisah terbesar sepak bola dunia.

Jejak itu menjadi pengingat bahwa Liga Indonesia pernah, dan masih terus, menjadi bagian dari perjalanan para pemain yang merasakan panggung tertinggi sepak bola internasional.

Sumber: FIFA


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Dukung Penurunan Harga LNG Jadi USD 13/MMBTU, Pastikan Pasokan Aman
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prof. Zainuddin Maliki: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi Bertumbuhnya Desa Tematik dan Ekspor
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Logo HUT Ke-81 RI Resmi Dirilis, Istana Ajak Masyarakat Semarakkan Kemerdekaan
• 19 jam lalumatamata.com
thumb
Kasus Tewasnya ASN Bangkalan: Pengacara Soroti Pria Misterius di TikTok Korban
• 11 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.