Anak-anak jadi kelompok lebih rentan terhadap malaria berat

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Konsultan Pediatri Umum di Rumah Sakit Anak Madhukar Rainbow di India Dr. Ankur Ohri menjelaskan alasan mengapa anak-anak menjadi salah satu kelompok yang lebih rentan terhadap dampak malaria berat.

“Parasit malaria menginfeksi dan menghancurkan sel darah merah, sehingga mengurangi kemampuan untuk membawa oksigen,” kata Ohri dalam siaran Hindustan Times pada Senin (29/6) waktu setempat.

Ohri menyampaikan ketika anak-anak terinfeksi malaria, mereka mengalami tingkat keparahan penyakit yang lebih besar daripada orang dewasa.

Sebab cadangan tubuh anak yang lebih kecil dan tingkat metabolisme yang lebih tinggi mengakibatkan penurunan status kesehatan yang signifikan.

Dia menyebut untuk populasi umum, peningkatan risiko pada anak-anak juga sebagian disebabkan oleh waktu yang mereka habiskan di luar rumah.

Baca juga: Mengenal Malaria Knowlesi, waspadai penularannya pada anak

“Karena anak-anak biasanya menghabiskan banyak waktu di luar rumah, mereka bergantung pada pengasuh mereka untuk mengenali gejala dan mengakses perawatan medis darurat," kata Ohri.

Diagnosis yang terlambat, pengobatan sendiri, atau anggapan bahwa seorang anak menderita penyakit virus biasa dapat menyebabkan proses penyakit berkembang pesat dari ringan menjadi parah.

Sementara itu, Konsultan Penyakit Dalam di Rumah Sakit CK Birla, Delhi, India Dr. Amit Prakash Singh menilai anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat malaria karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.

“Banyak orang dewasa yang tinggal di daerah dengan malaria mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka melalui paparan malaria berulang, namun, anak-anak kecil tidak mengembangkan kekebalan apa pun dengan paparan malaria berulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ohri menjelaskan ketika malaria menular ke anak, dampaknya akan berupa parasit malaria berkembang biak dengan cepat dan luas di dalam darah anak, yang dapat menyebabkan penurunan sel darah merah yang signifikan.

Baca juga: ECOWAS serukan strategi regional lebih kuat berantas malaria

Hal ini dapat menyebabkan anemia berat, yang merupakan salah satu komplikasi malaria yang paling umum dan berbahaya pada anak-anak.

Selain itu, malaria dapat memengaruhi organ lain, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, gula darah rendah, dehidrasi, dan, dalam kasus malaria yang paling parah, menyebabkan malaria serebral (malaria yang menyerang otak), yang mengakibatkan kejang, koma, dan/atau cedera otak permanen.

Sedangkan Singh menyebut gejala awal malaria pada anak-anak meliputi demam, kelelahan, mudah marah, muntah, dan kesulitan makan.

Ini juga merupakan gejala penyakit umum masa kanak-kanak lainnya, sehingga orang tua dapat menunda mencari perawatan medis meskipun kondisi memburuk dengan cepat.

“Langkah-langkah pencegahan seperti pengendalian nyamuk, kelambu yang diolah dengan insektisida, diagnosis tepat waktu, dan pengobatan dini memainkan peran penting dalam melindungi anak-anak dari malaria berat dan mengurangi komplikasi terkait,” ucap Singh.

Baca juga: Perubahan iklim tingkatkan risiko DBD, malaria, dan diare pada anak

Baca juga: Studi ungkap infeksi malaria tanpa gejala mengganggu kekebalan tubuh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BULOG Tarik Seluruh MinyaKita Produksi PT KMR Usai Diindikasikan Berbau Solar
• 21 jam laludisway.id
thumb
Update Korban Tewas Gempa Venezuela Jadi 1.450 orang
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 30 Juni 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Jadi Sasaran Teror Lempar Batu
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Mendagri Tito Dorong Penguatan BNPP untuk Percepat Pembangunan Perbatasan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.