Tim negosiasi Iran dan Amerika Serikat (AS) berangkat ke Qatar, namun Teheran membantah akan ada pertemuan dengan lawannya itu.
IDXChannel - Tim negosiasi Iran dan Amerika Serikat (AS) berangkat ke Qatar, namun Teheran membantah akan ada pertemuan dengan lawannya itu.
Dilansir dari RTE pada Selasa (30/6/2026), Presiden AS Donald Trump mengirim menantunya, Jared Kushner, dan utusannya, Steve Witkoff, untuk memimpin tim negosiasi.
Meskipun Teheran juga mengirim sejumlah pejabatnya ke Qatar, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei membantah mereka akan bertemu dengan delegasi AS.
"Kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi di tingkat mana pun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari mendatang," kata Baghaei.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa akan ada pertemuan di Doha hari ini. Berbeda dengan pembicaraan teknis sebelumnya di Swiss, fokusnya akan pada pengelolaan Selat Hormuz alih-alih isu nuklir.
Seorang pejabat lainnya mengatakan bahwa tim teknis dari AS dan Iran diperkirakan bertemu secara terpisah dengan mediator asal Qatar dan Pakistan.
Ketidakpastian rencana pertemuan AS-Iran di Qatar menggarisbawahi kerapuhan kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan bulan ini. Dalam nota kesepahaman (MoU), kedua belah pihak setuju untuk menghentikan pertempuran selama 60 hari.
Namun, bentrokan kembali terjadi akhir-akhir ini karena perbedaan interpretasi isi MoU terkait pembukaan Selat Hormuz.
Setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur sempit yang pada masa damai mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak global, mengalami kelumpuhan. (Wahyu Dwi Anggoro)





