Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai beredarnya video hoaks yang mencatut Menteri Keuangan Purbaya dan mengklaim adanya program bantuan dana hibah dari pemerintah. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi deepfake.
Melalui unggahan yang disampaikan Contact Center Kemenkeu PRIME, video yang beredar menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya seolah-olah memberikan pernyataan mengenai pembukaan program bantuan dana hibah. Dalam video tersebut, masyarakat, khususnya pengguna media sosial TikTok, diminta mendaftarkan diri melalui tautan tertentu untuk memperoleh bantuan.
Kemenkeu menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Video itu merupakan hasil rekayasa (deepfake) yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi gambar maupun suara sehingga tampak seolah-olah asli.
Pada materi klarifikasi yang dirilis Kemenkeu juga dijelaskan bahwa narasi dalam video, yang menyebut pemerintah membuka program baru bantuan dana hibah dan mengarahkan masyarakat untuk mendaftar melalui tautan tertentu, tidak berasal dari Kementerian Keuangan maupun pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menjanjikan bantuan dana, hadiah, atau program pemerintah dengan syarat mengakses tautan tertentu. Publik juga diminta untuk tidak mengisi data pribadi maupun melakukan transaksi apa pun sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut.
Kementerian Keuangan mengingatkan agar masyarakat selalu memverifikasi informasi melalui kanal komunikasi resmi pemerintah. Langkah ini penting untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi maupun potensi tindak penipuan yang memanfaatkan teknologi deepfake.
Kemenkeu juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam memutus penyebaran informasi palsu dengan tidak meneruskan konten yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi hoaks yang mengatasnamakan instansi pemerintah.




