Bisnis.com, JAKARTA — Pencatatan saham perdana (IPO) PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) akan diselenggaran pada 7 Juli 2026. Berdasarkan prospektus perusahaan yang bergerak di bidang layanan rumah sakit dan klinik swasta khusus mata itu, JECX akan menghimpun dana melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp609,98 miliar. Perseroan menawarkan sebanyak 487,98 juta saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Berdasarkan prospektus bertanggal hari ini, Selasa (30/6/2026), saham yang ditawarkan terdiri atas 325,32 juta saham baru yang diterbitkan dari portepel atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO serta 162,66 juta saham divestasi milik Dr. dr. Waldensius Girsang, SpM(K), yang mewakili 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham dengan nilai nominal Rp16 per saham. Dengan harga tersebut, nilai keseluruhan penawaran umum mencapai Rp609,98 miliar, yang terdiri atas Rp406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari penjualan saham divestasi.
Seiring dengan pelaksanaan IPO, perseroan juga menyelenggarakan program Employee Stock Allocation (ESA). Sebanyak 11,1 juta saham atau sekitar 2,27% dari total saham yang ditawarkan dialokasikan kepada karyawan dengan harga pelaksanaan yang mengacu pada harga penawaran umum.
Prospektus menyebutkan saham yang ditawarkan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan seluruh saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perseroan terbatas dan pasar modal.
Perseroan juga menyatakan saham divestasi yang dijual dalam IPO dimiliki secara sah oleh pemegang saham penjual, bebas dari sengketa maupun jaminan kepada pihak lain, serta tidak sedang ditawarkan kepada pihak lain.
Pelaksanaan penawaran umum perdana saham tersebut dijamin dengan skema full commitment oleh penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek yang ditunjuk yakni Trimegah Sekuritas (LG).





