Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat kemandirian masyarakat lewat program pemberdayaan berbasis potensi lokal atau community involvement and development (CID).
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan ketahanan energi tidak hanya diwujudkan melalui ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat, tetapi juga melalui upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah operasi.
"Semangat inilah yang terus diwujudkan Pertamina Patra Niaga melalui berbagai program CID, yang mendorong masyarakat mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan," katanya.
Kitty melanjutkan program CID tersebut antara lain mulai dari kampung kreatif di Sumatera Selatan, kawasan hortikultura di Maluku, hingga desa pesisir di Aceh.
"Seluruh program dirancang agar masyarakat mampu tumbuh menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerahnya," ujarnya.
Menurut Kitty, di Sugihwaras, Kota Palembang, Sumsel, Pertamina Patra Niaga mendampingi masyarakat mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Beragam produk bernilai tambah, seperti madu kelulut, lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, hingga produk olahan melati, menjadi sumber pendapatan baru bagi para pelaku UMKM.
Tidak hanya meningkatkan keterampilan, program ini juga membuka peluang bagi ibu rumah tangga, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya untuk membangun usaha yang berdaya saing.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga perkuat ketahanan energi untuk masyarakat
Baca juga: Pertamina Patra Niaga libatkan masyarakat olah sampah dan limbah
Ketua RT 06 Sugihwaras, sekaligus penerima manfaat program, Munir mengapresiasi program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Melalui evaluasi ini, kami juga menyusun rencana agar manfaat program dapat semakin besar dan berkelanjutan bagi masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, di Wayame, Kota Ambon, melalui program demplot hortikultura, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi penyediaan air ramah lingkungan sekaligus pendampingan budi daya hortikultura.
Kehadiran fasilitas tersebut membantu petani meningkatkan hasil panen, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Di pesisir Kota Lhokseumawe, Aceh, melalui program Gampong Berdikari, kelompok petambak, mengembangkan budi daya udang vaname semiintensif dengan dukungan sarana produksi, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha.
Program ini membuka peluang peningkatan produktivitas tambak sekaligus menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Kitty juga mengatakan pendekatan pemberdayaan disesuaikan dengan karakteristik lokal.
"Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan program CID tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu berkembang secara mandiri setelah memperoleh pendampingan," ujarnya.
Karena itu, Pertamina selalu memulai dari potensi yang dimiliki masyarakat, kemudian mengembangkannya bersama melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang menciptakan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya.
"Kami percaya bahwa ketika masyarakat bertumbuh dan mandiri, manfaat yang dihasilkan akan terus berkembang, tidak hanya bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga bagi komunitas dan daerah tempat mereka tinggal. Inilah bentuk energi yang sesungguhnya energi, yang menggerakkan kehidupan," sebut Kitty.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga perluas akses energi ke masyarakat
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan promo bagi masyarakat sepanjang April
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan ketahanan energi tidak hanya diwujudkan melalui ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat, tetapi juga melalui upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah operasi.
"Semangat inilah yang terus diwujudkan Pertamina Patra Niaga melalui berbagai program CID, yang mendorong masyarakat mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan," katanya.
Kitty melanjutkan program CID tersebut antara lain mulai dari kampung kreatif di Sumatera Selatan, kawasan hortikultura di Maluku, hingga desa pesisir di Aceh.
"Seluruh program dirancang agar masyarakat mampu tumbuh menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerahnya," ujarnya.
Menurut Kitty, di Sugihwaras, Kota Palembang, Sumsel, Pertamina Patra Niaga mendampingi masyarakat mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Beragam produk bernilai tambah, seperti madu kelulut, lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, hingga produk olahan melati, menjadi sumber pendapatan baru bagi para pelaku UMKM.
Tidak hanya meningkatkan keterampilan, program ini juga membuka peluang bagi ibu rumah tangga, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya untuk membangun usaha yang berdaya saing.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga perkuat ketahanan energi untuk masyarakat
Baca juga: Pertamina Patra Niaga libatkan masyarakat olah sampah dan limbah
Ketua RT 06 Sugihwaras, sekaligus penerima manfaat program, Munir mengapresiasi program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Melalui evaluasi ini, kami juga menyusun rencana agar manfaat program dapat semakin besar dan berkelanjutan bagi masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, di Wayame, Kota Ambon, melalui program demplot hortikultura, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi penyediaan air ramah lingkungan sekaligus pendampingan budi daya hortikultura.
Kehadiran fasilitas tersebut membantu petani meningkatkan hasil panen, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Di pesisir Kota Lhokseumawe, Aceh, melalui program Gampong Berdikari, kelompok petambak, mengembangkan budi daya udang vaname semiintensif dengan dukungan sarana produksi, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha.
Program ini membuka peluang peningkatan produktivitas tambak sekaligus menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Kitty juga mengatakan pendekatan pemberdayaan disesuaikan dengan karakteristik lokal.
"Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan program CID tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu berkembang secara mandiri setelah memperoleh pendampingan," ujarnya.
Karena itu, Pertamina selalu memulai dari potensi yang dimiliki masyarakat, kemudian mengembangkannya bersama melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang menciptakan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya.
"Kami percaya bahwa ketika masyarakat bertumbuh dan mandiri, manfaat yang dihasilkan akan terus berkembang, tidak hanya bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga bagi komunitas dan daerah tempat mereka tinggal. Inilah bentuk energi yang sesungguhnya energi, yang menggerakkan kehidupan," sebut Kitty.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga perluas akses energi ke masyarakat
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan promo bagi masyarakat sepanjang April





