Pasar penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) mencatatkan salah satu hari tersibuk sepanjang tahun ini.
IDXChannel — Pasar penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) mencatatkan salah satu hari tersibuk sepanjang tahun ini.
Sebanyak lima perusahaan teknologi dan manufaktur asal China secara serentak meluncurkan IPO pada Selasa (30/6/2026).
Dilansir dari CNA, berdasarkan dokumen keterbukaan informasi emiten, kelima raksasa teknologi tersebut membidik perolehan dana segar hingga HKD44,1 miliar (sekitar Rp100,14 triliun).
Fenomena ini mempertegas tren korporasi China yang berbondong-bondong menggalang modal di Hong Kong, sejalan dengan dorongan Beijing agar perusahaan besar domestik melantai di bursa yang lebih dekat dengan rumah.
Data dari LSEG menunjukkan aktivitas IPO di Hong Kong sepanjang paruh pertama 2026 telah menembus USD22,45 miliar (sekitar Rp401,48 triliun). Angka ini melonjak hampir 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menandai awal tahun tersibuk bagi bursa Hong Kong dalam lima tahun terakhir.
Aksi korporasi terbesar dipimpin oleh Luxshare Precision Industry. Perusahaan yang telah melantai di Bursa Shenzhen sekaligus pemasok utama komponen raksasa Apple Inc ini membidik dana segar hingga HKD24,27 miliar (sekitar Rp56,33 triliun), setelah mematangkan rencana dual-listing ini selama lebih dari setahun.
Berdasarkan prospektusnya, Luxshare melepas 383,5 juta saham dengan harga penawaran maksimal HKD63,28 per komponen saham. Harga final akan ditetapkan pada 8 Juli 2026, dan perdagangan perdana dijadwalkan mulai keesokan harinya. Luxshare dikenal sebagai produsen perangkat elektronik vital, mulai dari router, modul pengisian daya nirkabel, hingga peralatan konferensi video.
Selain Luxshare, empat emiten teknologi tinggi China lainnya yang turut meramaikan papan perdagangan Hong Kong pekan ini adalah Chaozhou Three-Circle. Produsen bahan keramik elektronik dan komponen untuk industri otomotif serta peralatan chip ini membidik dana segar hingga USD933,7 juta (sekitar Rp16,69 triliun).
Kemudian, ada Nexchip Semiconductor, perusahaan manufaktur semikonduktor dengan model bisnis pengecoran chip (foundry), yang menargetkan perolehan dana IPO hingga USD910,2 juta (sekitar Rp16,27 triliun).
Guangdong Dtech Technology, produsen mata bor mikro dan peralatan presisi untuk pembuatan papan sirkuit cetak (PCB), mengincar dana hingga USD625,9 juta (sekitar Rp11,19 triliun).
Terakhir, Rokae (Shandong) Robotics Group, yang menjadi emiten terkecil di kelompok ini dan adalah produsen robot industri dan robot kolaboratif berbasis AI tersebut melepas 23 juta saham di harga HKD38 per saham untuk menghimpun dana sekitar USD114,1 juta (sekitar Rp2,04 triliun).
Siklus IPO jumbo ini dinilai para analis semakin memperkokoh posisi Hong Kong sebagai hub finansial utama Asia untuk membiayai ekspansi korporasi di sektor kecerdasan buatan (AI), rantai pasok gawai global, hingga otomatisasi industri masa depan. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)





