Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berencana untuk menggabungkan dua anak usahanya, yakni PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND) menjadi satu entitas.
Dalam pengumuman yang dimuat di Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (30/6/2026), manajemen PLN menjelaskan penggabungan itu dilakukan sebagai bagian dari penataan anak usaha badan usaha milik negara (BUMN) sesuai dengan arahan PT Danantara Asset Management (DAM) .
"Sehubungan dengan penataan kelompok bisnis services tersebut, akan dilaksanakan penggabungan antara PLN ND dan PLN ES dengan PLN ES sebagai perusahaan hasil merger, sedangkan PLN ND akan berakhir karena hukum," demikian penjelasan manajemen pada pengumuman tersebut.
Perusahaan memaparkan, penggabungan ini akan mengubah struktur usaha grup yang saat ini dijalankan melalui beberapa entitas terpisah menjadi struktur yang lebih terintegrasi di bawah PLN ES sebagai perusahaan hasil merger, yang karena hukum akan mengakibatkan pengalihan saham-saham di dalam perusahaan-perusahaan di bawah PLN ND kepada PLN ES.
Adapun, susunan perusahaan yang berada di bawah PLN ES sebagai hasil merger adalah PT Haleyora Powerindo, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, dan PT Energi Pelabuhan Indonesia.
Kegiatan usaha PLN ES melingkupi bidang usaha ketenagalistrikan dan jasa penunjangnya, termasuk namun tidak terbatas pada pembangkitan, transmisi, distribusi, penjualan tenaga listrik, konstruksi dan instalasi elektrikal, jasa inspeksi dan konsultasi teknis, perdagangan peralatan ketenagalistrikan, serta layanan digital.
Baca Juga
- Pasokan Batu Bara PLN Aman, ESDM Sebut Ekspor Kembali Normal
- Aturan Baru Pencampuran Batu Bara Jaga Pasokan ke PLTU PLN
- Pasokan Batu Bara PLTU PLN Defisit 13 Juta Ton, Bahlil Tahan Ekspor
Sementara itu, kegiatan usaha PLN ND melingkupi bidang usaha ketenagalistrikan dan jasa penunjang tenaga listrik, termasuk namun tidak terbatas pada pembangkitan, penyediaan tenaga listrik, pengoperasian instalasi tenaga listrik, jasa keinsinyuran dan konsultasi teknis, konstruksi dan instalasi elektrikal, industri peralatan ketenagalistrikan, serta perdagangan dan kegiatan usaha pendukung lainnya.
Perusahaan menjelaskan, beberapa tujuan dan manfaat penggabungan kedua perusahaan yakni menyederhanakan struktur korporasi guna menciptakan organisasi yang lebih fokus, efektif, dan selaras dengan arah strategis grup usaha; mengintegrasikan fungsi, layanan, dan kapabilitas yang memiliki keterkaitan atau potensi tumpang tindih untuk meningkatkan sinergi operasional.
Kemudian, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, proses bisnis, dan biaya operasional melalui penggabungan entitas.
Selain itu, merger juga akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis inti secara berkelanjutan; mendukung peningkatan nilai perusahaan melalui penguatan kinerja operasional, keuangan, dan tata kelola.
Lebih lanjut, penggabungan PLN ND dan PLN ES dilakukan tanpa perubahan atau pengurangan status dan hak pegawai serta tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan masing-masing perusahaan peserta penggabungan. Namun, demi hukum akan dialihkan kepada atau diteruskan oleh perusahaan hasil merger pada tanggal efektif penggabungan.
PLN ES dan PLN ND memperkirakan penandatanganan akta penggabungan akan terjadi pada 30 Juni 2026 setelah dilakukannya RUPS Sirkuler pada kedua perusahaan.





