MenPAN-RB Puji 3 Inovasi Pelayanan Publik RI Raih Pengakuan Internasional

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Tiga inovasi pelayanan publik asal Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan internasional. Pengakuan itu didapatkan pada ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang digelar di Tbilisi, Georgia.

Instansi pemerintah penerima penghargaan yaitu Pemerintah Kota Parepare atas inovasi Berdaya Srikandi untuk Srikandi; Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Dalam Negeri atas inovasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes); serta Kementerian ESDM melalui Badan Geologi atas inovasi MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengapresiasi instansi pemerintah penerima penghargaan yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut. Hal itu diungkapkan olehnya saat menerima audiensi instansi pemerintah penerima UNPSA 2026, di Kantor Kementerian PANRB, Senin (29/6/2026).

"Selamat kepada Kota Parepare, kolaborasi BPKP dan Kemendagri, serta Kementerian ESDM yang sudah menerima penghargaan di UNPSA 2026. Ini sesuatu yang sangat membanggakan karena inovasi tersebut menjadi bukti instansi pemerintah tidak bekerja business as usual, tapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Rini dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Tiga Inovasi Pelayanan Publik Harumkan Nama Indonesia di Level Dunia

Pada UNPSA 2026, Inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi dari Kota Parepare ditetapkan sebagai pemenang dalam kategori Gender-responsive Public Services. Sementara dua inovasi lainnya mendapatkan predikat Honourable Mention.

Inovasi Siskeudes dari BPKP dan Kemendagri pada kategori Transparent and Accountable Public Institutions to Achieve the SDGs. Sedangkan, Inovasi MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM terpilih pada kategori Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind.

"Capaian Indonesia pada UNPSA 2026 menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik yang dikembangkan oleh instansi pemerintah Indonesia mampu memperoleh pengakuan di tingkat global. Hal ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam agenda reformasi pelayanan publik internasional," jelasnya.

Pengakuan internasional atas inovasi pelayanan publik Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki praktik baik pelayanan publik yang layak diangkat ke tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, tantangan ke depan adalah memastikan agar inovasi tersebut tidak berhenti sebagai praktik individual atau sekadar capaian kompetisi.

Baca juga: MenPAN-RB Ungkap Lima Pilar Strategis untuk Perkuat Integritas ASN

Rini menilai penghargaan tersebut perlu dimaknai bukan hanya sebagai prestasi masing-masing instansi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, dokumentasi, replikasi, dan perluasan dampak inovasi pelayanan publik secara nasional. Capaian Indonesia pada UNPSA 2026 perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi pelayanan publik nasional.

Ke depan, pengembangan inovasi pelayanan publik perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan praktik baik, tetapi juga memastikan keberlanjutan, replikasi, dan perluasan manfaat bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Jangan sampai inovasi-inovasi yang baik ini berhenti setelah mendapatkan penghargaan. Saya berharap inovasi yang ada terus di-maintain, sehingga pola-pola kolaborasi antar instansi pemerintah baik di pusat dan daerah perlu diperkuat agar inovasi terus berkelanjutan," ujarnya.

Dia mengatakan praktik baik yang dikembangkan melalui Siskeudes, MAGMA Indonesia, dan Berdaya Srikandi untuk Srikandi perlu didokumentasikan, disebarluaskan, dan direplikasi sebagai referensi nasional guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Baca juga: KemenPAN-RB Beberkan Kinerja 2026 & Rencana Anggaran 2027

Keberlanjutan inovasi pelayanan publik perlu terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas kelembagaan, pemanfaatan teknologi yang adaptif, serta evaluasi berkala untuk memastikan inovasi tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Ekosistem inovasi pelayanan publik harus senantiasa diperkuat melalui pengembangan kebijakan dan replikasi praktik baik guna mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, inklusif, akuntabel, dan berpusat pada masyarakat.

"Sekali lagi saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada instansi pemerintah penerima penghargaan yang mampu mengeskalasi gagasan sederhana menjadi pemikiran yang komprehensif melalui inovasi pelayanan publik yang menjawab kebutuhan masyarakat," tutup Rini.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tegas! Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis Kasus Korupsi Chromebook: Kebenaran Harus Menang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri HAM: Tak Boleh Ada Restorative Justice Bagi Taufik Hidayat
• 7 jam laludetik.com
thumb
Hobi Makan Manis? Ini 5 Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebihan-Tips Kesehatan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Piala Dunia Brasil vs Jepang: Martinelli Bawa Selecao ke 16 Besar
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Arema FC Resmi Rekrut Robi Darwis
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.