Trump Sebut Iran Minta Bertemu AS di Doha, Teheran Membantah

celebesmedia.id
10 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan permintaan untuk menggelar pertemuan dengan pemerintah AS. 

Menurut Trump, pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (30/6) di Doha, Qatar.

“Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha,” kata Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Senin (29/6).

Pernyataan tersebut memicu perhatian internasional karena muncul di tengah upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan dan membahas sejumlah isu strategis.

Mengutip seorang pejabat AS yang identitasnya tidak dipublikasikan, kedua negara disebut telah menyepakati agenda pembahasan terkait pelayaran di Selat Hormuz dalam pertemuan tersebut. Jalur pelayaran itu selama ini menjadi salah satu titik paling krusial bagi distribusi energi dunia.

Meski demikian, pemerintah Iran memberikan klarifikasi terhadap laporan yang beredar. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membantah adanya jadwal resmi pembicaraan teknis antara delegasi Iran dan AS di Doha dalam pekan ini.

"Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Meskipun demikian, konsultasi dengan Qatar—termasuk mengenai pemenuhan kewajiban pihak lain berdasarkan memorandum—terus berlanjut,” kata Gharibabadi.

Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai pembicaraan teknis di Doha belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Namun, laporan media tentang pembicaraan teknis antara kelompok kerja di Doha tetap belum terkonfirmasi," ujarnya, seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Meski membantah adanya agenda teknis dalam waktu dekat, Gharibabadi menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat tetap berencana menggelar pertemuan teknis setelah waktu dan lokasi pelaksanaannya disepakati bersama.

Menurutnya, komunikasi mengenai agenda tersebut masih berlangsung melalui pihak perantara.

Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan Amerika7 Serikat menandatangani sebuah memorandum secara daring yang mengatur langkah-langkah penghentian konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.8

Memorandum of Understanding (MoU) tersebut juga mencantumkan tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, Teheran berkewajiban memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir. Adapun pembahasan mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah yang akan dinegosiasikan dalam waktu 60 hari.

Bagi Teheran, hasil utama yang diharapkan dari proses negosiasi tersebut adalah pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.

Sumber: RIA Novosti/Antara/ Sputnik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Normalisasi Kali Angke Bogor, 118 Bangunan Liar Dibongkar
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Sepakati Hibah Lahan Meikarta dan Tenor KPR Subsidi Hingga 40 Tahun
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Komisi II DPR Dukung Penguatan Wilayah Perbatasan
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Pesan Tri Tito Karnavian untuk Ketua Tim Pembina Posyandu Jabar yang Baru
• 8 jam laludetik.com
thumb
Terminal Kijing Layani Ekspor Perdana dengan Petikemas, Tingkatkan Konektivitas Logistik Nasional
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.