JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor percetakan "Mau Print" di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi penyekapan tiga karyawan kini tertutup rapat.
Pagar besi berwarna hitam tampak dipasangi garis polisi. Tidak terlihat aktivitas apa pun di dalam area percetakan tersebut.
Selain itu, pagar juga dirantai dan digembok dari luar. Papan nama percetakan pun sudah tidak terlihat.
Di lantai dua bangunan hanya tampak tulisan promosi jasa percetakan kain, kaus, hingga spanduk kain.
Baca juga: Gerebek Kantor Percetakan di Jakpus, Polisi Tangkap 7 Tersangka Penyekapan dan Selamatkan 3 Korban
Karena percetakan sudah tutup, halaman bangunan kini dimanfaatkan warga sebagai tempat parkir. Tidak ada lagi aktivitas di lokasi tersebut.
Sementara itu, Udin, pedagang makanan di sekitar lokasi kejadian, mengatakan percetakan itu sudah tutup sejak kasus penyekapan terhadap tiga karyawan terungkap.
"Sudah tutup dari jumat. Dikirain saya waktu penggerebekan itu, dikirain mau nyetak, karena kan memang biasanya ini selalu ramai," tutur Udin saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Kritik Komunikasi Publik Komnas Perempuan Usai Sebut Penyekapan YTR Bukan Penyiksaan
Udin mengaku tidak menaruh curiga karena sejak pagi aktivitas percetakan terlihat berjalan seperti biasa.
"Itu di lantai dua. Kalau saya kan kalau misalkan nganterin minuman, kopi, paling lantai bawah ini enggak sampai ke atas dan karyawan lain juga enggak ada yang cerita," tuturnya.
Ia juga mengaku sempat mengenal para korban karena beberapa kali makan dan minum di warungnya. Namun, ia tidak curiga meski para korban sudah beberapa hari tidak terlihat.
"Misalkan ada orang enggak kelihatan, pikir saya keluar. Karena udah dua minggu lebih. Pikir saya gitu, dipikirnya ya pulang kampung," ucapnya.
Sebelumnya, tiga pria diduga menjadi korban penyekapan di sebuah kantor percetakan di Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat.
Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro membenarkan peristiwa tersebut. Polisi mengetahui kasus itu setelah menerima laporan dari keluarga korban pada Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Motif Bos Percetakan di Senen Jakpus Pasung 3 Pegawai: Ingin Dapat Uang Ganti Rugi
"Peristiwa diketahui Jumat (26/6/2026). Lokasi di Percetakan Mau Print Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Bungur," ujar Widodo dalam keterangannya yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (28/6/2026).
Kasus ini menjadi sorotan setelah video penyekapan tersebut viral di media sosial. Ketiganya disebut disekap dengan kaki diborgol selama sekitar tiga pekan setelah dituding mencuri.
Dalam unggahan akun Instagram @fkpb_jakarta, Sabtu, terlihat seorang pria dengan kedua kaki dirantai di dalam sebuah ruangan.
Baca juga: Bos Percetakan Perintahkan Anak Buah Pasung 3 Pegawai Hampir Sebulan di Senen Jakpus
Sementara di ruangan lain, dua pria lainnya tampak diikat pada bagian kaki menggunakan tali hitam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi percetakan dan menemukan ketiga korban masih dalam kondisi terikat.
"Saat berada di TKP, benar korban bernama TS (25), dan MRJ (20) terlihat diborgol bagian kakinya sambil diikat tali baja," kata Widodo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




