Indigo Ungkap Prediksi Kemarau Ekstrem hingga Krisis Pangan di Indonesia: Yang Mengerikan Menurut Saya..

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Perbincangan soal kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam di Indonesia kembali mencuat setelah indigo Fenny Rama menyampaikan sejumlah pandangannya dalam sebuah wawancara.

Dalam kesempatan tersebut, Fenny Rama mengungkap berbagai prediksi yang menurutnya berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Disclaimer terlebih dahulu, seluruh pernyataan yang disampaikan Fenny Rama ini merupakan pandangan pribadinya saja dan belum dapat dibuktikan secara pasti.

Informasi mengenai cuaca maupun potensi bencana tetap mengacu pada lembaga resmi seperti BMKG, PVMBG, BNPB, dan instansi terkait.

BACA JUGA:Drakor Phantom Lawyer Tayang 13 Maret 2026 di Viu, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara Indigo?

Kemarau Akan Berlangsung Lebih Panjang?

Dalam wawancara dengan kanal YouTube Ganjil Misteri, Fenny Rama mengatakan dirinya melihat musim kemarau kali ini berlangsung lebih lama dibanding biasanya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kemarau ini sangat panjang. Daerah Kalimantan, daerah Medan, pertanian ke depan akan susah. Beras akan mengalami kenaikan karena banyak yang gagal panen," paparnya.

Ia juga menyampaikan dugaan mengenai kemungkinan munculnya kebakaran hutan di beberapa daerah, termasuk wilayah Riau.

"Saya melihat sebuah kabut asap yang sangat besar dan menurut penglihatan saya sepertinya kebakaran hutan. Hati-hati untuk daerah Riau," ujarnya.

Selain itu, ia menyinggung Surabaya sebagai salah satu daerah yang menurut pandangannya akan mengalami cuaca sangat panas disertai angin kencang dan kualitas udara yang menurun.

BACA JUGA:Gadis Indigo Bocorkan Prediksi Mencekam Indonesia 2026: Saya Melihat Air Besar, Banyak Korban Jiwa

Selain membahas cuaca, Fenny Rama juga mengaitkan kemarau panjang dengan sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, jika musim kering berlangsung berkepanjangan, produksi pertanian berpotensi terganggu sehingga dapat memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk beras.

Ia juga berpendapat sektor peternakan bisa menghadapi tantangan akibat penyakit pada hewan ternak yang berimbas pada pasokan telur dan komoditas pangan lainnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Fakta Menarik Rekrutan Anyar Persib Gabriel Mutombo: Pernah Jadi Mimpi Buruk Maung Bandung
• 6 jam lalubola.com
thumb
Ciputra (CTRA) Tebar Dividen Tunai Rp 667,28 Miliar, Catat Tanggalnya
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tertunda Beberapa Kali, Awkarin Akhirnya Ikut Diperiksa di Kasus Penipuan Hanania Travel
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kuota MagangHub Angkatan II Naik Jadi 150 Ribu, Proses Seleksi Lebih Ketat
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.