Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dapat mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia melalui pengurangan emisi karbon serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Transisi Energi Butuh Kolaborasi Semua PihakAHY menyampaikan bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada penurunan emisi karbon, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkap AHY dalam keterangan bersama Grab Indonesia di Jakarta, Selasa.
Ia menilai transisi menuju mobilitas rendah emisi memerlukan dukungan teknologi, investasi, serta keterlibatan aktif masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek daring yang setiap hari melayani kebutuhan mobilitas publik.
“Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan,” katanya.
AHY menambahkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
“Langkah ini sejalan dengan target pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus mendukung upaya Indonesia menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat,” ujarnya.
“Inovasi, ketika dijalankan bersama masyarakat, dapat menjadi bagian dari solusi untuk mendorong efisiensi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Grab Tambah Armada Kendaraan ListrikGrab Indonesia terus memperluas layanan mobilitas rendah emisi melalui penambahan armada kendaraan listrik, pengembangan fitur yang lebih hemat energi, serta dukungan bagi para mitra pengemudi.
“Sebagai operator armada EV terbesar di Indonesia, per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit, atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir 2026, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya,” ungkap CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi.




