Riyuka Bunga Ingatkan Pentingnya Tidak Terlalu Memikirkan Opini Orang Lain

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pernyataan Riyuka Bunga di media sosial menarik perhatian karena membahas hal yang sering dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari, yaitu rasa takut terhadap penilaian orang lain. Melalui unggahannya di Threads, Riyuka menyampaikan pandangan sederhana mengenai kebiasaan, cara hidup, dan bagaimana seseorang seharusnya menyikapi komentar dari lingkungan sekitar.

Dalam tulisannya, Riyuka mengatakan bahwa orang sebenarnya tidak terlalu memikirkan kehidupan orang lain selama yang dibayangkan banyak orang. Ia mencontohkan berbagai kebiasaan yang mungkin dianggap aneh atau berbeda, mulai dari cara berbicara yang menggunakan kata-kata tertentu, sarapan di hotel dengan pakaian santai seperti piyama, sampai kebiasaan makan dengan cara tertentu.

Menurut Riyuka, hal-hal semacam itu memang bisa menjadi bahan pembicaraan sesaat. Ada kemungkinan seseorang membicarakannya selama beberapa menit, atau bahkan menjadikannya topik dalam sebuah utas di media sosial. Namun menurutnya, perhatian tersebut tidak berlangsung lama.

"Gua percaya, mau lu kalo ngomong berimbuhan "njir", mau lu sarapan di hotel pake piyama, mau lu makan ngecap, orang nggak akan peduli," tulis Riyuka Bunga di akun Threads yang dikutip pada Selasa (30/6/2026).

Setelah selesai membahasnya, orang-orang akan kembali pada kehidupan mereka masing-masing. Mereka memiliki kesibukan, persoalan, dan urusan pribadi yang harus dihadapi. Dengan kata lain, seseorang belum tentu menjadi pusat perhatian selama yang sering dikhawatirkan.

"Ya diomongin 1-5 menit atau dibikin utas, tapi kemudian, mereka sibuk sama urusan mereka masing-masing," sambungnya.

Riyuka juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalani hidup sesuai pilihan dan kebiasaannya masing-masing. Selama tidak merugikan orang lain, seseorang tidak harus merasa terbebani oleh standar yang dibuat lingkungan sekitar.

"Hidup lu, aturan lu, kebiasaan lu, terserah. Yang penting lu kaga ngerugiin orang lain. Lu nggak bisa kontrol penilaian mereka terhadap kebiasaan lu," katanya.

Ia pun menutup unggahannya tersebut dengan menilai bahwa kita lah yang bisa mengontrol perasaan yang ada. Karena itulah, menurut Riyuka, yang bisa dikendalikan bukanlah pendapat orang lain, melainkan perasaan diri sendiri terhadap pendapat tersebut. Seseorang bisa memilih apakah ingin terlalu memikirkan komentar yang muncul atau tidak menjadikannya beban.

"Lu cuma bisa kontrol perasaan lu. Milih peduli atau tidak," ungkap Riyuka. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tenang! Pemerintah Pastikan Bunga KUR Tetap 6 Persen, Meski BI Rate Naik
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Warga Cakung Minta Polisi Tindak Tegas Judol: Dampaknya Luas, Ada yang Sampai Jual Rumah
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ini Filosofi Logo HUT ke-81 RI Karya Fajar Novario
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Cara Aman Investasi Emas Digital di 2026, Ini Risiko dan Keuntungannya
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
MenPAN-RB Puji 3 Inovasi Pelayanan Publik RI Raih Pengakuan Internasional
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.