Bisnis.com, DENPASAR - Pulau Lombok menjadi destinasi favorit komunitas muslim global karena dikenal sebagai daerah dengan muslim yang kuat dan dijuluki Pulau Seribu Masjid.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan arah pembangunan pariwisata NTB tidak berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan semata, melainkan mengedepankan quality tourism atau pariwisata berkualitas yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan identitas budaya dan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter Lombok.
"Kita ingin mengembangkan pariwisata yang berkualitas, bukan sekadar mengejar jumlah wisatawan. Nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat harus tetap menjadi fondasi pembangunan. Lombok harus dikenal sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas sekaligus menjaga jati diri daerah," jelas Iqbal dikutip dari keterangan resminya Selasa (30/6/2026).
Iqbal menyebut Pemerintah Provinsi NTB terbuka terhadap kolaborasi internasional yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui promosi pariwisata, investasi, maupun pengembangan ekonomi syariah.
Iqbal menjelaskan hasil pertemuannya dengan jaringan komunitas internasional Harun Taylor dan Usman, Perwakilan dari Chain of Deeds menyampaikan bahwa Lombok memiliki daya tarik yang kuat di mata komunitas Muslim internasional. Menurut mereka, tren global menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mencari destinasi dengan lingkungan yang aman, religius, serta menawarkan kualitas hidup yang baik.
Chain of Deeds menilai Lombok memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertemuan komunitas global melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional yang mempertemukan investor, pelaku usaha, filantropis, kreator, hingga komunitas Muslim dari berbagai negara. Melalui jejaring internasional yang dimiliki, mereka menyatakan kesiapan untuk membantu memperkenalkan Lombok kepada mitra-mitra di kawasan Timur Tengah, Eropa, Australia, dan Amerika Utara.
Sebagai langkah awal, Chain of Deeds mengusulkan penyelenggaraan forum atau festival internasional yang dapat menjadi wadah kolaborasi antara komunitas Muslim dunia, investor, dan pelaku usaha. Menurut mereka, kegiatan tersebut tidak hanya akan memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata halal berkelas dunia, tetapi juga membuka peluang investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih luas bagi NTB.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara dari Bandara Lombok sepanjang 2025 mencapai 61.616 orang, paling besar berasal dari negara di Asia Pasifik sebanyak 35.010 orang dan kawasan Eropa sebanyak 23.745 orang. Negara mayoritas muslim yang banyak berkunjung ke NTB adalah Malaysia dengan kunjungan mencapai 17.131, sedangkan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah hanya 470 orang.





