Caracas (ANTARA) - Regu penyelamat dari 30 negara turut serta dalam operasi penyelamatan pasca gempa bumi dahsyat di Venezuela.
“Kami terus melanjutkan upaya penyelamatan untuk mencari korban yang selamat. Regu lain dari Vietnam tiba hari ini, begitu pula tim penyelamat dari Kuba. Kami terus memperkuat kerja sama,” kata Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez pada Senin (29/6).
Menurut dia, hingga Senin terdapat 30 negara yang berada di Venezuela untuk menjalankan misi penyelamatan nyawa dengan berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta memberi dukungan kepada masyarakat Venezuela pada masa-masa sulit.
Rodriguez menyampaikan bahwa pemerintah telah mulai melakukan penilaian terhadap kondisi bangunan yang mengalami kerusakan. Dia juga mengatakan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akan ditempatkan sementara di sejumlah kamp yang telah disiapkan.
Sementara itu, Kementerian Perumahan tengah menyusun program pembangunan rumah baru. Menurut Rodriguez, pemerintah menargetkan ribuan keluarga terdampak bisa memperoleh tempat tinggal baru pada akhir 2026.
Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan bahwa 11 warga negara Italia meninggal dunia akibat gempa di Venezuela, sementara pencarian terhadap 40 orang lainnya masih terus berlangsung.
Lebih dari 100 personel asal Italia, termasuk anggota badan perlindungan sipil, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, serta ahli pencarian dan penyelamatan, telah dikirim ke Venezuela. Italia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dan peralatan melalui dua penerbangan pesawat angkut militer.
Pada Rabu (24/6), dua gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela. Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban tewas telah mencapai 1.719 orang, dan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Venezuela alami 500 gempa susulan sejak gempa pertama pada Rabu
“Kami terus melanjutkan upaya penyelamatan untuk mencari korban yang selamat. Regu lain dari Vietnam tiba hari ini, begitu pula tim penyelamat dari Kuba. Kami terus memperkuat kerja sama,” kata Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez pada Senin (29/6).
Menurut dia, hingga Senin terdapat 30 negara yang berada di Venezuela untuk menjalankan misi penyelamatan nyawa dengan berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta memberi dukungan kepada masyarakat Venezuela pada masa-masa sulit.
Rodriguez menyampaikan bahwa pemerintah telah mulai melakukan penilaian terhadap kondisi bangunan yang mengalami kerusakan. Dia juga mengatakan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akan ditempatkan sementara di sejumlah kamp yang telah disiapkan.
Sementara itu, Kementerian Perumahan tengah menyusun program pembangunan rumah baru. Menurut Rodriguez, pemerintah menargetkan ribuan keluarga terdampak bisa memperoleh tempat tinggal baru pada akhir 2026.
Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan bahwa 11 warga negara Italia meninggal dunia akibat gempa di Venezuela, sementara pencarian terhadap 40 orang lainnya masih terus berlangsung.
Lebih dari 100 personel asal Italia, termasuk anggota badan perlindungan sipil, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, serta ahli pencarian dan penyelamatan, telah dikirim ke Venezuela. Italia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dan peralatan melalui dua penerbangan pesawat angkut militer.
Pada Rabu (24/6), dua gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela. Berdasarkan data resmi terbaru, jumlah korban tewas telah mencapai 1.719 orang, dan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Venezuela alami 500 gempa susulan sejak gempa pertama pada Rabu





