Menko Airlangga Sebut Hubungan Ekonomi Indonesia-Rusia Tunjukkan Tren Positif

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia hampir mencapai USD5 miliar atau sekitar Rp89,49 triliun sepanjang 2025, mencerminkan pertumbuhan yang terus berlanjut di tengah penguatan hubungan strategis kedua negara.

Airlangga mengatakan kerja sama ekonomi Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh intensifnya hubungan antarpemerintah maupun pelaku usaha.

"Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kita mencapai hampir US$5 miliar. Hal itu mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir," kata Airlangga dalam resepsi peringatan Hari Nasional Rusia di Hotel Raffles, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. 

Selain perdagangan, Airlangga menyebut kerja sama investasi juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Menurutnya, investasi Rusia di Indonesia hampir mencapai USD500 juta dalam dua tahun terakhir. Konektivitas Terus Menguat Airlangga mengatakan hubungan antarmasyarakat kedua negara juga semakin erat. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia serta dibukanya penerbangan langsung Moskow-Denpasar yang kini beroperasi tiga kali setiap pekan.

Ia menambahkan kedua negara juga tengah membahas pembukaan rute penerbangan langsung dari Siberia menuju Denpasar guna memperkuat konektivitas dan mendukung sektor pariwisata. 

Menurut Airlangga, penguatan hubungan ekonomi tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi Indonesia, khususnya di sektor pembangunan industri, hilirisasi, infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan. FTA dan INNOPROM Jadi Penggerak Baru Airlangga mengatakan penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA) di St. Petersburg pada Desember 2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Menurutnya, perjanjian tersebut akan memperluas akses pasar, mempermudah perdagangan, serta meningkatkan keterlibatan dunia usaha Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan Indonesia menjadi Partner Country pada pameran industri internasional INNOPROM yang akan digelar di Yekaterinburg bulan depan.

Airlangga berharap forum tersebut dapat membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, teknologi industri maju, komponen otomotif, energi, hingga inovasi digital.

"Melalui platform ini, para pemangku kepentingan dari kedua negara dapat membangun hubungan perdagangan bernilai tinggi dan kemitraan strategis di sektor industri," ujarnya.

Menutup sambutannya, Airlangga menegaskan Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Rusia sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan visi Asta Cita. Ia berharap hubungan bilateral kedua negara terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga:  Rusia Bidik Kerja Sama Konkret dengan Pelaku Usaha Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Qodari Harga Pupuk Turunn Bukti Prabowo Cinta Pertanian
• 1 jam laludisway.id
thumb
Badan Wakaf Luncurkan Aplikasi WALI: Platform Wakaf Khusus Anggota DPR & DPRD
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ekonom nilai kebijakan harga rokok perlu pertimbangkan struktur pasar
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Komdigi Ungkap Spam Promosi Judi Online Naik 128% Selama Piala Dunia 2026
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Mariano Peralta Resmi Gabung Persib usai Tikung Persija? Jurnalis Italia Beri Kabar Mengejutkan
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.