Prabowo Genjot Ratifikasi EAEU, 90 Persen Produk Indonesia Berpeluang Bebas Bea Masuk

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mempercepat langkah Indonesia bergabung dalam perjanjian dagang dengan Eurasian Economic Union (EAEU).

Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan surat kepada DPR guna mempercepat proses ratifikasi yang diyakini akan membuka akses bebas bea masuk bagi mayoritas produk Indonesia ke pasar Rusia, Belarus, dan negara-negara anggota EAEU lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, percepatan ratifikasi menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi Indonesia dengan Belarus yang terus menunjukkan tren positif.

“Nah, pada kesempatan ini tadi disaksikan 17 MoU business-to-business dan kita melihat bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar US$221,3 juta ini sudah meningkat sejak kita menandatangani EAEU (Eurasian Economic Union) dan kita berharap penandatanganan EAEU ini segera diratifikasi,” kata Airlangga usai Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian proses tersebut melalui pengajuan ratifikasi ke DPR.

“Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR. Untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini,” ujarnya.

Apabila ratifikasi rampung, lebih dari 90 persen produk Indonesia akan memperoleh fasilitas bea masuk nol persen saat memasuki pasar EAEU, termasuk Belarus. Perlakuan yang sama juga akan diberikan kepada produk dari negara-negara anggota EAEU yang masuk ke Indonesia.

“Sehingga dengan demikian hampir 90 persen lebih produk Indonesia masuk EAEU termasuk Belarus dengan bea masuk nol, demikian pula dengan sebaliknya,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, kunjungan kenegaraan delegasi Belarus ke Indonesia diharapkan menjadi pengungkit implementasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai dalam 8th Joint Commission Meeting di Belarus pada Mei lalu.

“Dan kunjungan kenegaraan ini tentunya diharapkan bisa mendorong kesepakatan dalam 8th Joint Commission Meeting yang dilakukan bulan Mei yang lalu di Belarus,” ujarnya.

Menurut Airlangga, tingginya antusiasme Belarus terlihat dari cepatnya tindak lanjut setelah pertemuan bilateral tersebut. Kurang dari satu bulan setelah pelaksanaan komisi bersama, delegasi Belarus kembali datang ke Indonesia untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Rekomendasikan Kejagung Usut TPPU Nadiem untuk Kejar Harta Rp 4,8 T
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
Akal-akalan Bos Percetakan Cari Untung dari Penyekapan Pegawai
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Krisis Gaji PPPK Dinilai Bukan Masalah Kemarin Sore, Ini Masalah Struktural!
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Habisi Nyawa Lansia, Bakar Jasad hingga Kuasai Harta Korban, Yunas Dituntut Hukuman Mati
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Jabar ungkap perdagangan 4.000 benih bening lobster ilegal
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.