Pantau - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) mengirim sembilan mahasiswa mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ASEAN di Malaysia dan Thailand pada 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi global calon guru melalui pengalaman mengajar di luar negeri.
Perkuat Kompetensi Calon GuruWakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP Unib Dr. Rio Kurniawan mengatakan mahasiswa akan melaksanakan praktik mengajar di Sanggar Belajar Binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, serta Sangkhon Islam Wittaya School di Thailand.
"tahun ini kita mengirimkan mahasiswa ke Sanggar Belajar Binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia dan ke Sangkhon Islam Wittaya School di Thailand," ungkap Rio.
Program tersebut merupakan bagian dari SEA-Teacher Program dalam kerangka Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa kependidikan menjalani praktik mengajar di luar negeri.
Rio menjelaskan program ini bertujuan meningkatkan kualitas calon guru melalui pengalaman mengajar lintas negara, memperkuat kompetensi pedagogik bertaraf internasional, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan pemahaman terhadap keberagaman budaya dan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Dukung Internasionalisasi PendidikanRio mengungkapkan, "Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa memiliki perspektif global dalam praktik pendidikan sekaligus memperkuat jejaring akademik antar-perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.”
Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi internasional, keterampilan beradaptasi di lingkungan multikultural, serta sikap profesional untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan global.
Selain mengirim mahasiswa ke luar negeri, FKIP Unib juga menerima mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra di Indonesia melalui skema reciprocal exchange sebagai bentuk kolaborasi akademik yang saling menguntungkan.




