BTN (BBTN) Resmi Akuisisi Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

bisnis.com
23 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) resmi mengambil alih portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN)

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi BTN memperluas ekosistem bisnis di luar pembiayaan perumahan (beyond mortgage), sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan berkelanjutan.

Pengalihan portofolio kredit pensiun tersebut telah diselesaikan pada Senin (29/6/2026). Melalui transaksi ini, BTN akan mengelola layanan pinjaman pensiun yang sebelumnya berada di bawah SMBC Indonesia, sementara kedua bank memastikan proses transisi dilakukan tanpa mengurangi hak-hak nasabah. 

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan akuisisi portofolio tersebut tidak mengubah fokus utama perseroan sebagai bank pembiayaan perumahan. Sebaliknya, langkah itu justru memperluas layanan BTN agar mampu mendampingi nasabah sejak memiliki rumah hingga memasuki masa pensiun.

Menurut Nixon, strategi beyond mortgage yang dijalankan BTN bertujuan membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui penyediaan layanan keuangan yang lebih lengkap di setiap fase kehidupan.

"Transformasi beyond mortgage yang kami jalankan bukan berarti keluar dari bisnis perumahan. Perumahan tetap menjadi inti bisnis BTN. Yang kami lakukan adalah melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026). 

Baca Juga

  • BTN (BBTN) Siap Pacu Kredit Rumah Usai Tambahan Dana SAL Cair
  • Kembali Terima Dana SAL, BTN (BBTN) Bakal Dorong Penyaluran Kredit
  • Bank BTN (BBTN) Kaji Opsi Buyback Saham

Dia menambahkan, dengan jaringan kantor yang luas dan penguatan layanan digital, BTN optimistis mengembangkan bisnis kredit pensiun sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi nasabah. BNI juga memastikan seluruh tahapan pascatransaksi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

BTN menegaskan pengalihan tersebut tidak mengubah hak-hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada fasilitas pinjaman. 

Perseroan juga akan mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) beserta panduan pengalihan kepada seluruh nasabah terdampak untuk memastikan proses transisi berjalan lancar. 

Di sisi lain, Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan pelepasan portofolio kredit pensiun merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memfokuskan sumber daya pada segmen bisnis yang menjadi prioritas.

Menurutnya, SMBC Indonesia akan memperkuat pengembangan bisnis pada segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi dengan dukungan ekosistem Grup SMBC, termasuk Jenius, BTPN Syariah, dan Grup OTO.

Henoch menilai BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang memadai untuk melayani nasabah pensiun, sementara transaksi tersebut memungkinkan SMBC Indonesia mempercepat agenda pertumbuhan strategis perusahaan.

Adapun selama masa transisi, pembayaran manfaat pensiun masih tetap dikelola oleh SMBC Indonesia hingga terdapat pemberitahuan lebih lanjut. Nasabah tetap diminta melakukan autentikasi berkala sesuai ketentuan agar pembayaran manfaat pensiun berjalan normal. 

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Presiden Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara
• 22 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
RI Mau Diserang Suhu Panas Mendidih, Anak Buah Amran Siap Siaga
• 57 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Rezaldi Hehanussa Turun Kasta! Eks Bek Andalan Persib dan Persija Pilih Gabung Semen Padang
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Beredar Video Pria Misterius Bersama Wanita ASN Bangkalan, Apakah Itu Pelaku?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.