Jakarta, VIVA – Aktris Happy Salma turut hadir dalam sidang putusan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 30 Juni 2026. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan sebagai bentuk dukungan moral kepada sosok yang telah dianggap sebagai sahabat sekaligus keluarga.
Di tengah sorotan publik terhadap jalannya persidangan, Happy Salma justru mengungkap pengalaman yang menurutnya cukup mengejutkan setelah beberapa kali mengikuti proses hukum secara langsung. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki sudut pandang baru mengenai beratnya proses persidangan yang harus dijalani seseorang.
Happy Salma menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin banyak berkomentar mengenai aspek hukum karena merasa bukan orang yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Namun, ia percaya setiap perkara harus diproses dengan mengedepankan nilai keadilan.
Percaya Keadilan Akan Menemukan Jalannya
Menurut Happy Salma, kehadirannya lebih didasari oleh rasa kemanusiaan dibandingkan keinginan untuk mengomentari perkara yang sedang berjalan.
"Saya tidak terlalu paham dengan hukum, tapi saya percaya dengan kasih yang besar ini kita selalu mengupayakan keadilan. Keadilan semacam apa, itu yang harus kita perjuangkan,” kata Happy Salma, mengutip tayangan YouTube, Selasa 30 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Happy Salma memilih melihat persoalan dari sisi kemanusiaan. Ia berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara objektif sehingga menghasilkan keputusan yang benar-benar mencerminkan rasa keadilan.
Akui Mendapat Banyak Pelajaran dari Sidang Nadiem Makarim
Mengikuti persidangan secara langsung ternyata menjadi pengalaman berharga bagi pemeran sekaligus pegiat seni tersebut. Happy Salma mengaku memperoleh banyak pelajaran dari apa yang disaksikannya selama proses hukum berlangsung.
Baginya, setiap persoalan dapat dipandang dari berbagai sisi. Pengalaman itu membuatnya semakin memahami pentingnya melihat suatu masalah secara utuh tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Banyak pelajaran yang saya pelajari juga dari apa yang terjadi dan apa yang mereka alami. Bagaimana tentang sudut pandang, perspektif kita dalam melihat sebuah masalah,” ucap Happy Salma.
Ucapan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana persidangan bukan hanya menjadi proses penegakan hukum, tetapi juga memberikan refleksi mengenai kehidupan dan cara seseorang menyikapi persoalan.





