Menhan Sjafrie Setop Latsarmil Koperasi Merah Putih, Diubah Jadi Pembekalan Bela Negara

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Langkah ini diambil setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi total terhadap sistem pembelajaran program tersebut.

Sebagai gantinya, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan dengan mengubah format pelatihan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa perubahan terminologi ini berdampak langsung pada bentuk pelaksanaan di lapangan. Kegiatan fisik yang berkaitan dengan ketangkasan militer dipastikan akan dipangkas secara signifikan.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi. Termasuk kegiatan menembak, tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," ujar Rico.

Rico menambahkan, arah pelatihan kini digeser untuk mempersiapkan kompetensi peserta sebagai calon pengelola koperasi tanpa beban fisik militer yang berlebihan. Fokus utama kurikulum baru ini bertumpu pada aspek kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

"Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," kata Rico.

Langkah perombakan ini merupakan respons cepat dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin setelah adanya insiden tragis yang menewaskan lima peserta latsarmil beberapa waktu lalu. Insiden tersebut memicu evaluasi menyeluruh dari internal kementerian agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Demi menjamin keamanan dan kenyamanan selama masa pendidikan, Kemhan berjanji akan memperketat pengawasan medis dan memprioritaskan kondisi kesehatan para peserta.

"Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta demi memastikan proses pendidikan para calon pengelola koperasi bisa berjalan aman dan tertib," tutup Rico.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Salurkan B50 Lewat Biosolar dan Dexlite Mulai 1 Juli 2026
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
BPKH Pangkas Biaya Operasional Rp100,31 Miliar, Fokus Perkuat Tata Kelola Dana Haji
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Danantara Housing Siap Bangun Rumah Murah Cicilan Ringan bagi MBR
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warung Kopi di Bekasi Jual Obat Keras Ilegal, 1 Orang Ditangkap
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Polres Rohil Kerahkan 279 Personel Amankan Bakar Tongkang di Bagansiapiapi
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.