Said Abdullah Dorong Perlindungan Kelas Menengah untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah memberikan perhatian lebih kepada kelompok kelas menengah yang dinilai terus mengalami penurunan daya beli dan pendapatan, sehingga memerlukan intervensi konkret dalam penyusunan RAPBN 2027 demi menjaga fondasi ekonomi nasional.

Banggar Soroti Penurunan Pendapatan Kelas Menengah

Said Abdullah menyampaikan dalam 11 tahun terakhir pendapatan kelompok kelas menengah turun dari Rp53,6 juta menjadi Rp43,1 juta per kapita, sehingga kondisi tersebut menjadi sinyal serius bagi perekonomian nasional.

"Kalau bahasa saya, kelompok menengah menjadi pra-menengah, jangan-jangan sudah di kelompok miskin," ungkap Said usai Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menilai pemerintah selama ini lebih banyak memfokuskan kebijakan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah melalui bantuan sosial, sementara kelompok menengah yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan belum memperoleh intervensi yang memadai.

Said mengusulkan pemerintah memberikan bantuan modal kerja produktif bagi kelompok menengah yang rentan turun kelas serta menaikkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp48 juta menjadi Rp60 juta per tahun agar masyarakat memiliki ruang fiskal yang lebih baik.

RAPBN 2027 Diminta Perkuat Kebijakan Afirmatif

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2027 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 yang juga mengesahkan laporan empat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI.

Laporan Panja Asumsi Dasar mencatat target rasio Gini pada 2027 berada di kisaran 0,362 hingga 0,367, sementara proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen.

Banggar juga menilai penurunan rasio ketimpangan masih berjalan lambat dan kesenjangan sosial tetap lebar apabila diukur dari sisi pendapatan maupun kepemilikan aset.

Karena itu, Banggar meminta pemerintah menyiapkan program afirmatif bagi kelompok menengah bawah agar pertumbuhan pendapatan mereka mampu mengimbangi kelompok menengah atas dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Jadi Sasaran Teror Lempar Batu
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
MA Kabulkan Kasasi UI, Sanksi kepada Promotor Disertasi Bahlil Tetap Sah
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Arema FC Amankan Robi Darwis dari Persib Bandung, Dikontrak 2 Tahun
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Video Kurir Paket Mengantar Pesanan Kulkas ke Alamat Orang Tua Taufik Hidayat, Menuai Perhatian KDM
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.