Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa saat ini Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia sedang melakukan "due diligence" atau uji tuntas ikut serta menanam saham tambang potasium di Belarus.
"PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang (Potas di Belarus)," kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, uji tuntas terkait kepemilikan saham potas yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia ini agar produksi pupuk NPK di dalam negeri terjamin.
Sehingga keikutsertaan saham pada tambang Potas di Belarus kata Airlangga menjadi hal yang strategis, apalagi Indonesia tidak memiliki tambang tersebut.
"Kami juga bekerja sama secara strategis, Indonesia tidak punya potas. Untuk itu kami melakukan peningkatan kepemilikan saham di dalam tambang," ujarnya.
Airlangga menjelaskan, ketika Indonesia tidak memiliki saham pada tambang Potas maka ketika terjadi disrupsi maka impornya akan terdisrupsi berbeda ketika memiliki saham tambang tersebut.
Sehingga kata dia, keamanan pangan di dalam negeri dapat terjaga tanpa khawatir terjadi disrupsi setelah kepemilikan saham.
"Peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang (penting). Karena kalau tanpa kepemilikan seperti sekarang, kalau ada disrupsi, impornya juga bisa terdisrupsi," katanya.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus nilainya sekitar 220 juta dolar Amerika Serikat sudah meningkat sejak ditandatanganinya EAEU.
"Kita berharap penandatangan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini," ujarnya.
Airlangga berharap nilai investasi dan kerja sama antara Indonesia-Belarus dapat meningkat hingga 500 juta dolar AS dan produk-produk Indonesia dapat dijual di sana.
"Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS," ucapnya.
Baca juga: Indonesia tawarkan elektrifikasi alat berat kepada Belarus
Baca juga: Menko Airlangga sebut nilai kerja sama Indonesia-Belarus meningkat
"PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang (Potas di Belarus)," kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, uji tuntas terkait kepemilikan saham potas yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia ini agar produksi pupuk NPK di dalam negeri terjamin.
Sehingga keikutsertaan saham pada tambang Potas di Belarus kata Airlangga menjadi hal yang strategis, apalagi Indonesia tidak memiliki tambang tersebut.
"Kami juga bekerja sama secara strategis, Indonesia tidak punya potas. Untuk itu kami melakukan peningkatan kepemilikan saham di dalam tambang," ujarnya.
Airlangga menjelaskan, ketika Indonesia tidak memiliki saham pada tambang Potas maka ketika terjadi disrupsi maka impornya akan terdisrupsi berbeda ketika memiliki saham tambang tersebut.
Sehingga kata dia, keamanan pangan di dalam negeri dapat terjaga tanpa khawatir terjadi disrupsi setelah kepemilikan saham.
"Peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang (penting). Karena kalau tanpa kepemilikan seperti sekarang, kalau ada disrupsi, impornya juga bisa terdisrupsi," katanya.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus nilainya sekitar 220 juta dolar Amerika Serikat sudah meningkat sejak ditandatanganinya EAEU.
"Kita berharap penandatangan EAEU ini segera diratifikasi. Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarus sudah meratifikasi perjanjian ini," ujarnya.
Airlangga berharap nilai investasi dan kerja sama antara Indonesia-Belarus dapat meningkat hingga 500 juta dolar AS dan produk-produk Indonesia dapat dijual di sana.
"Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta dolar AS," ucapnya.
Baca juga: Indonesia tawarkan elektrifikasi alat berat kepada Belarus
Baca juga: Menko Airlangga sebut nilai kerja sama Indonesia-Belarus meningkat





