Hwang Myung-bo Selamat Dari Lemparan Telor Seperti STY, 160 Polisi Amankan Kepulangan Skuad Korea Selatan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Korea Selatan, Hwang Myung-bo dan rombongan skuad Timnas Korea Selatan pulang ke Seoul setelah tersingkir dari Piala Dunia pada Senin (29/6/2026). 

Setelah gagal bersaing di perebutan delapan peringkat ketiga terbaik, Korea Selatan menghentikan langkah di Piala Dunia 2026 dengan hanya tampil di babak penyisihan grup. 

Kepulangan Timnas Korea Selatan usai gagal total di Piala Dunia 2026 dipastikan berlangsung di bawah pengamanan ketat. Hal ini membuat kejadian seperti lemparan telor yang dialami Shin Tae-yong pada 2018 lalu tak terulang kembali. 

Kepolisian setempat bahkan mengerahkan 160 personel untuk mengawal rombongan pemain dan pelatih menyusul memanasnya situasi, termasuk munculnya ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada pelatih Hong Myung-bo.

Kepolisian Incheon mengumumkan akan menempatkan 160 personel dari satuan kepolisian bandara dan pasukan pengamanan di Bandara Internasional Incheon pada Senin (30/6/2026) pagi, bertepatan dengan kepulangan skuad Timnas Korea Selatan dari Meksiko.

Langkah tersebut diambil setelah gelombang kekecewaan publik terhadap kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 terus membesar. Situasi semakin mengkhawatirkan karena beredar unggahan berisi ancaman pembunuhan terhadap pelatih Hong Myung-bo di media sosial.

Dilansir dari laman Starnews, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pun memutuskan tidak menggelar acara penyambutan, seremoni pembubaran tim, maupun aktivitas media saat rombongan tiba di Korea Selatan.

Meski demikian, aparat keamanan tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Polisi akan memisahkan jalur pergerakan pemain dengan masyarakat umum demi menghindari bentrokan maupun gangguan terhadap penumpang lain di bandara.

Tak hanya itu, kepolisian menegaskan akan bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan melanggar hukum, mulai dari pelemparan benda, aksi kekerasan, hingga mengganggu ketertiban umum. Patroli di dalam dan sekitar bandara juga akan diperketat untuk mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan.

Situasi ini menjadi salah satu yang paling menegangkan dalam sejarah kepulangan Timnas Korea Selatan dari Piala Dunia.

Sejak Piala Dunia 2002, baru kali ini Timnas Korea Selatan memutuskan pulang tanpa agenda resmi penyambutan. Bahkan saat gagal di Piala Dunia 2014 Brasil di bawah asuhan Hong Myung-bo, federasi masih menggelar acara penyambutan meski diwarnai aksi protes suporter yang melempar permen tradisional sebagai simbol kekecewaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes dan Kemenimipas Percepat Skrining Tuberkulosis bagi 274 Ribu Warga Binaan di Seluruh Indonesia
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pemkot Surabaya Percepat Elektrifikasi di Tengah Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Persija Kedatangan Pelatih Baru setelah Shin Tae-yong, Sosok yang Tak Asing di Timnas Indonesia
• 47 menit laluviva.co.id
thumb
Pramono Kecam Kasus Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen: Tindak Tegas Pelaku!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Bus Gangguan di Jalan Gatot Subroto Dievakuasi, Lalin Lancar
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.