Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia meluncurkan Malaysia Digital 2030 (MD2030) yang merupakan rencana aksi dengan target ambisius untuk mendongkrak kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 30 persen dan menciptakan 500.000 lapangan kerja bernilai tinggi pada 2030.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin (29/6) meluncurkan cetak biru itu, memosisikan Kementerian Digital Malaysia sebagai lembaga utama yang bertanggung jawab untuk mendorong transisi Malaysia menjadi negara berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2030.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Digital Malaysia mengatakan rencana tersebut bertujuan untuk menghasilkan penghematan pada sektor publik sebesar 4,5 miliar ringgit (1 ringgit = Rp4.392) melalui digitalisasi pemerintah sekaligus memastikan bahwa 95 persen layanan pemerintah diberikan sepenuhnya secara daring.
Menteri Digital Malaysia Gobind Singh Deo menyampaikan bahwa MD2030 menandai pergeseran dalam strategi pembangunan Malaysia, dari yang semula sebagai konsumen teknologi menjadi produsen inovasi digital dalam negeri.
Peta jalan tersebut akan diterapkan melalui tujuh pilar strategis yang mencakup pemerintahan, ekonomi, infrastruktur, talenta, masyarakat, kepercayaan dan keamanan, serta inovasi.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin (29/6) meluncurkan cetak biru itu, memosisikan Kementerian Digital Malaysia sebagai lembaga utama yang bertanggung jawab untuk mendorong transisi Malaysia menjadi negara berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2030.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Digital Malaysia mengatakan rencana tersebut bertujuan untuk menghasilkan penghematan pada sektor publik sebesar 4,5 miliar ringgit (1 ringgit = Rp4.392) melalui digitalisasi pemerintah sekaligus memastikan bahwa 95 persen layanan pemerintah diberikan sepenuhnya secara daring.
Menteri Digital Malaysia Gobind Singh Deo menyampaikan bahwa MD2030 menandai pergeseran dalam strategi pembangunan Malaysia, dari yang semula sebagai konsumen teknologi menjadi produsen inovasi digital dalam negeri.
Peta jalan tersebut akan diterapkan melalui tujuh pilar strategis yang mencakup pemerintahan, ekonomi, infrastruktur, talenta, masyarakat, kepercayaan dan keamanan, serta inovasi.





