Dukung Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Bekali 60 Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon Keterampilan Wirausaha

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) "BRI Peduli" kembali menunjukkan keberpihakannya pada mantan pekerja migran. 

Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini hadir sebagai solusi bagi para pekerja yang telah menyelesaikan masa kontrak di luar negeri agar tetap produktif setelah kembali ke tanah air.

Untuk wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebanyak 60 orang purna PMI terpilih menjadi peserta program ini. Bertempat di kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan intensif untuk memulai hidup baru sebagai pelaku usaha.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek fundamental bisnis, mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, cara membaca peluang pasar lokal, hingga teknik menyusun rencana bisnis (business plan) yang matang. 

Selain itu, para peserta juga diajarkan mengenai manajemen operasional yang meliputi produksi, pemasaran, serta pengelolaan keuangan.

Tak hanya sekadar aspek teknis, BRI Peduli juga memberikan perhatian pada sisi psikologis peserta melalui penguatan motivasi dan mentalitas kewirausahaan. 

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, BRI juga menyediakan layanan pendampingan bisnis bagi para purna PMI tersebut setelah masa pelatihan berakhir.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa program pemberdayaan purna PMI dirancang untuk membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan guna membangun ketahanan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan purna migran dalam mengembangkan usaha, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan perencanaan dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui program ini, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan peluang di daerah masing-masing. 

Selain itu, peserta juga akan memperoleh pendampingan bisnis secara intensif guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal, berdaya saing serta berkelanjutan.

“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny.

Sebagai informasi, berdasarkan data penempatan PMI pada Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Provinsi Jawa Barat merupakan daerah asal PMI terbesar di Indonesia dengan proporsi sekitar 21,93% dari total nasional dan menunjukkan tren peningkatan. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Masih Rawan Koreksi hingga 5.723, Saham BRIS-SUPA Bisa Dicermati
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Lini Depan Timnas Indonesia Makin Tajam, Striker 21 Gol Liga Belanda Berdarah Bandung Bisa Jadi Opsi Naturalisasi Buat Bela Garuda
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Dompet Dhuafa Gulirkan BesTeam, Ajak Masyarakat Dampingi Anak Yatim agar Berdaya
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Diperiksa KPK Hampir 6 Jam, Ketum PP Japto Soerjosoemarno Bungkam!
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Menhub: Mayoritas Aplikator Siap Terapkan Potongan Komisi Ojol 8%
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.