KOMPAS.com - Dompet Dhuafa menggulirkan program BesTeam atau Bestian Sama Yatim sebagai bagian dari rangkaian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Program tersebut dihadirkan untuk mengajak masyarakat memperluas kepedulian terhadap anak yatim melalui pendampingan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Peluncuran program BesTeam digelar di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan mitra, di antaranya aktor Teuku Wisnu, aktor Aiman Ricky, Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Herdiansah, General Manager (GM) Gramedia Regional D Elizabeth Driemirda, alumnus penerima beasiswa YES atau Youth Ekselensia Scholarship Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, serta Ketua Panitia Program BesTeam Dompet Dhuafa Widodo.
Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Herdiansah mengatakan, program BesTeam digulirkan sebagai respons atas kondisi anak yatim yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Baca juga: Menag Usulkan 10 Muharam Jadi Lebaran Anak Yatim untuk Bantu Yatim Piatu dan Difabel
“Bergulirnya program BesTeam ini tidak terlepas dari keprihatinan terhadap anak yatim yang masih banyak mengalami beragam keterbatasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (30/6/2026).
Herdiansah mengatakan, Dompet Dhuafa mengajak berbagai pihak untuk terlibat dalam gerakan tersebut, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, figur publik, hingga masyarakat luas.
“Kami juga mengajak pemerintah, tokoh masyarakat, hingga figur publik untuk terlibat dalam gerakan tersebut sehingga tercapai keberhasilan dalam pendampingan anak yatim,” katanya.
Dorong anak yatim berdayaProgram BesTeam mengusung empat nilai utama dalam pendampingan anak yatim, yakni best mind, best future, best heart, dan best impact.
Nilai best mind berfokus pada penguatan kecerdasan dan pendidikan agar anak yatim memiliki masa depan yang mandiri.
Baca juga: Pemerintah Akan Jadikan Taman Nasional Mandiri Secara Finansial
Sementara itu, best future diarahkan untuk menghadirkan peluang dan harapan agar anak-anak yatim tumbuh menjadi generasi yang berdaya.
Adapun best heart menekankan pentingnya kasih sayang, kepercayaan diri, dan kekuatan mental. Sementara best impact diarahkan untuk menghadirkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Menurut Herdiansah, semangat yang dibangun melalui BesTeam tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem pendampingan yang berkelanjutan agar anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Hingga saat ini, program muliakan anak yatim Dompet Dhuafa sudah mendampingi lebih dari 23.842 anak yatim dan lebih dari 1.239 jiwa penerima beasiswa,” ujar Herdiansah.
Baca juga: Peringatan 10 Muharam, 7.000 Anak Yatim di Lombok Tengah Terima Santunan
Ketua Panitia Program BesTeam Dompet Dhuafa Widodo menjelaskan, gerakan memuliakan anak yatim mencakup berbagai program, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan.





