JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira buka suara menanggapi insiden meninggalnya 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih usai mengikuti latihan dasar militer atau latsarmil.
Ia mempertanyakan siapa pihak yang harus bertanggung jawab terkait meninggalnya 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih itu.
“Peristiwa ini ada orang yang meninggal, ada peserta dari latsarmil tersebut meninggal dan 5 orang yang meninggal dunia, ini nyawa orang, nyawa manusia yang ikut proses pelatihan,” ucap Andreas dilaporkan Jurnalis Kompas TV, Cindy Permadi, Selasa (30/6/2026).
“Pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab atas meninggalnya 5 orang? Sampai sekarang enggak ada yang menyatakan pertanggungjawaban.”
Baca Juga: KPK Periksa Mantan Menpora Dito Ariotedjo terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Andreas mendesak latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dihentikan dan dievaluasi.
“Menurut kami, ini dihentikan dulu dan evaluasi apa hubungannya antara latihan latsarmil dengan kompetensi orang untuk jadi manajer koperasi,” ujar Andreas.
Andreas karena itu mendorong Komnas HAM segera melakukan evaluasi hingga penyelidikan terhadap kasus tersebut, sehingga publik bisa mengetahui dengan jelas siapa yang bertanggung jawab atas meninggalnya 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
“Saya menyampaikan perlu Komnas HAM untuk evaluasi, penyelidikan terhadap kasus itu sehingga masyarakat punya kejelasan karena sampai sekarang nggak ada yang kasih kejelasan siapa yang bertanggung jawab,” tutur Andreas.
Baca Juga: Komisi XIII DPR Minta Latsarmil Peserta Program Kopdes Dievaluasi Tanpa Hilangkan Program
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pdip
- pdi perjuangan
- 5 peserta kopdes meninggal
- latihan dasar militer
- latsarmil peserta koperasi desa
- koperasi desa merah putih





