Kemenperin nilai industri dan konsumen menunggu insentif EV

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai industri dan konsumen masih menunggu kepastian terkait insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

"Terkait dengan itu, kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian," kata dia ditemui di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kondisi tersebut dinilai dapat menahan keputusan pembelian masyarakat sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja industri otomotif.

"Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain agar segera memberikan kepastian terkait dengan insentif tersebut," ujar Febri.

Menanggapi upaya mendorong penjualan pada semester II, Febri menegaskan Kemenperin terus menjalin kolaborasi dengan berbagai asosiasi industri untuk memperkuat pemasaran produk manufaktur nasional.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah memperkirakan nilai insentif sebesar Rp5 juta per unit. Namun, besaran dan skema final bantuan tersebut masih akan diumumkan lebih lanjut setelah pembahasan dengan kementerian dan lembaga terkait selesai.

Dirinya juga berpendapat insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Adapun program insentif kendaraan listrik menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Sebelumnya, Kemenperin memperkuat peran industri kecil menengah (IKM) untuk masuk dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), guna mendukung pengembangan ekosistemnya di Tanah Air.

Kemenperin menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik nasional tidak hanya bertumpu pada investasi industri besar, tetapi juga harus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku IKM sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, populasi bus listrik hingga April 2026 mencapai 798 unit dan populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.



Baca juga: Menko Airlangga: Insentif kendaraan listrik masih dievaluasi

Baca juga: Pengamat: Hilirisasi nikel jadi modal RI di rantai baterai EV global

Baca juga: Insentif EV yang cakup ekosistem komponen dinilai dorong investasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bercucuran Darah, PMI Asal Cianjur Diduga Korban TPPO di Libya Minta Tolong Presiden dan KDM
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
IHSG Ditutup Anjlok 3,06% Jadi 5.643, Indeks LQ45 Merosot ke Level 553
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Produsen Bir Anker (DLTA) Bagikan Dividen Rp144,91 Miliar, Cek Jadwalnya
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
WhatsApp Rilis Fitur Username, Bisa Chat Langsung Tanpa Bagi Nomor HP
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Floaters Bisa Menjadi Tanda Awal Komplikasi Diabetes Pada Mata
• 53 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.