Sosiolog: Hidden Homeless Muncul karena Hunian Tak Terjangkau Pekerja Kota

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena “hidden homeless” di Jakarta kian tampak di ruang-ruang publik perkotaan, mulai dari stasiun, halte, hingga area pasar.

Mereka bukan sepenuhnya tunawisma dalam pengertian klasik, sebab tetap bekerja dan beraktivitas seperti warga kota lainnya.

Namun, mereka tidak memiliki tempat tinggal tetap dan terpaksa menjadikan ruang publik sebagai tempat beristirahat pada malam hari.

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat, menyebut fenomena ini bukan sekadar persoalan kemiskinan individual, melainkan gejala struktural perkotaan yang lahir dari ketimpangan akses hunian dan tekanan ekonomi kota besar seperti Jakarta.

Baca juga: Potret Hidden Homeless di Jakarta: Siang Bekerja, Malam Tidur di Halte dan Stasiun

Menurutnya, hidden homeless merupakan bentuk “ketidakstabilan ruang hidup” atau precarious housing yang semakin umum terjadi di tengah kota yang kian mahal.

“Ini bukan hanya soal orang tidak punya rumah, tetapi bentuk eksklusi spasial yang halus. Mereka tetap bekerja, tetap berinteraksi, tetapi kehilangan akses pada hunian yang layak dan stabil,” ujar Rakhmat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Secara sosiologis, Rakhmat menjelaskan bahwa hidden homeless mencerminkan kondisi homelessness yang terintegrasi secara sosial.

Artinya, individu dalam kategori ini masih menjadi bagian dari struktur sosial kota, namun kehilangan salah satu kebutuhan paling mendasar, tempat tinggal.

Fenomena ini menyebabkan terjadinya dislokasi ruang sosial, di mana aktivitas dasar manusia seperti tidur dan beristirahat tidak lagi memiliki ruang tetap.

“Fungsi hidup akhirnya terpecah. Tidur di halte, bekerja di jalan, mandi di fasilitas publik. Ini bentuk adaptasi terhadap kota yang tidak lagi inklusif secara ruang,” kata dia.

Ia menilai kelompok ini umumnya berasal dari sektor pekerjaan informal dengan pendapatan tidak menentu.

Kota yang semakin eksklusif dan mahal bagi pekerja informal

Kenaikan biaya sewa dan kepemilikan rumah membuat mereka tidak mampu mempertahankan hunian tetap.

Dalam kerangka sosiologi kota, kondisi ini disebut sebagai dampak dari komodifikasi ruang, ketika hunian tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan dasar, melainkan komoditas ekonomi.

“Yang terjadi adalah pengusiran tidak langsung atau indirect displacement. Bukan digusur secara fisik, tetapi tersingkir karena tidak mampu secara ekonomi,” tutur Rakhmat.

Rakhmat menilai Jakarta tengah mengalami proses eksklusivitas ruang yang semakin kuat.

Kenaikan harga tanah, pertumbuhan hunian vertikal berbiaya tinggi, serta gentrifikasi di sejumlah wilayah mempersempit akses kelompok berpenghasilan rendah.

Baca juga: Hidden Homeless di Jakarta, Fenomena Pekerja Miskin yang Tak Mampu Sewa Hunian

Akibatnya, terjadi segregasi sosial-spasial yang makin tajam.

Kelompok ekonomi tinggi dapat mengakses hunian aman dan stabil, sementara pekerja informal harus bertahan dengan cara berpindah-pindah tempat tidur di ruang publik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Hidden homeless adalah gejala paling ekstrem dari kota yang tidak lagi terjangkau secara ekonomi,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bebaskan Pajak JHT Pensiunan hingga Rp 50 Juta 
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mobil Damkar Pemkab Demak Terguling di Pantura saat Meluncur ke Lokasi Kebakaran
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Hanya Menjadi Transportasi Menuju Bandara, Layanan Kereta Api Bandara YIA Berbasis PSO Permudah Mobilitas Masyarakat Wates
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemain yang Akan Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Mulai Terungkap, Arkhan Fikri Dipanggil John Herdman
• 22 jam lalubola.com
thumb
UNAS Usulkan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan Nasional  
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.