Jakarta: Pendampingan hingga pemberdayaan nasabah perlu dikebut. Hal itu menjadi prinsip PT Permodalan Nasional Madani (PNM), untuk memberikan pelayanan maksimal pada nasabah.
“Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM)," kata Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki, dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Sunar, hal tersebut menjadi pembeda PNM dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Yakni, pada pendekatan yang tidak berhenti pada penyaluran modal usaha.
"Menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial di antara sesama nasabah,” ujar Sunar.
Baca Juga :
23 Juta Perempuan Prasejahtera Berhasil Naik KelasKomitmen itu yang mengantar pihaknya menerima apresiasi sebagai Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Penghargaan itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan Indonesia.
PNM menerima apresiasi sebagai Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment. Foto: Istimewa
Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Skala layanan tersebut menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.
Selain akses pembiayaan tanpa agunan, para nasabah juga memperoleh pelatihan pengembangan usaha, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi hingga memfasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing perempuan pengusaha ultra mikro.



