Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi, PT Syailendra Capital menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) bertumbuh double digit sepanjang tahun ini.
Wholesale Distribution Manager PT Syailendra Capital Vania Yoshe Apriliza, menerangkan di tengah kondisi ini, pihaknya menargetkan untuk masuk dalam top 5 manajer investasi terbesar di Tanah Air.
”Target AUM sampai akhir tahun, melihat kondisi market lagi kayak begini, 10-20% aja itu udah bagus banget,” katanya dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas, Selasa (30/6/2026).
Melansir data Bareksa, dana kelolaan Syailendra per Desember 2025 telah bertengger di level Rp37,62 triliun. Syailendra Capital menduduki peringkat ke-8 sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di RI.
Kini, Syailendra menargetkan untuk menduduki peringkat lima besar dalam hal dana kelolaan investasi di industri MI RI.
”Jadi target kami tuh sebenarnya secara spesifik ingin naik ke top 5 manajer investasi terbesar,” tambahnya.
Baca Juga
- Syailendra Capital Bicara Peran Penting Manajer Investasi Masuk Ekosistem Dana Pensiun
- Punya Dana Kelolaan Rp30,9 Triliun, Syailendra Capital Tertarik Berbisnis DPLK
- Gandeng Syailendra Capital, BTN (BBTN) Hadirkan Dua Produk Reksa Dana Anyar
Adapun sepanjang 2026, Syailendra mengalokasikan lebih banyak aset ke reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan reksa dana pasar uang (RDPU). Kedua kelas aset itu dinilai tengah banyak diburu oleh investor.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laman resminya, mencatat total Asset Under Management (AUM) industri reksa dana telah turun 2,35% YtD menjadi Rp689,72 triliun per Mei 2026. Sejalan dengan itu, AUM RDPT tercatat senilai Rp240,74 triliun.
”Sebenarnya sejalan dengan apa yang terjadi di pasar. Behavior investor sekarang lebih mencari aset yagn tidak terlalu berisiko. Jadi memang mereka lagi banyaknya ke RDPT dan RDPU,” katanya.
Vania menerangkan, pihaknya juga tertarik untuk menerbitkan produk ETF Emas. Menurutnya, terdapat demand yang besar terhadap produk tersebut.
Hanya saja, hingga tahun ini, Syailendra belum memiliki rencana untuk menerbitkan produk baru. Pihaknya lebih banyak memperdalam klasifikasi dari produk yang telah tersedia.
”Jadi kami tidak menutup kemungkinan untuk punya ETF Emas, kami siap untuk eksplor,” katanya.





