Menjelang implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik pada 1 Juli 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berharap kebijakan tersebut dapat membantu menekan penyebaran spam, termasuk promosi judi online yang marak beredar di ruang digital.
Menurut Meutya, registrasi biometrik diharapkan mampu mengurangi tingkat anonimitas pengguna layanan telekomunikasi yang selama ini kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan berbagai tindak kejahatan di ruang digital.
"Betul untuk biometrik, ini kita harapkan juga nanti bisa menurunkan tingkat anonimitas yang kemudian berujung kepada orang ketika tidak diketahui identitasnya cenderung melakukan kejahatan. Tidak semua, tapi ada oknum-oknum yang demikian," kata Meutya dalam konferensi pers bersama Meta di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (30/6/2026).
Ia mengatakan penerapan registrasi SIM berbasis biometrik juga diharapkan membuat data pelanggan lebih akurat dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan operator seluler.
"Karena itu kita harapkan dengan biometrik, insyaallah biometrik dimulai 1 Juli, ini bisa lebih baik lagi untuk pendataan masyarakat agar akun lebih jelas, agar akuntabel, agar transparan. Tapi tidak itu saja, sekaligus juga operator seluler ini bisa memberikan layanan yang lebih baik bagi mereka yang memang sudah melakukan biometrik," ujarnya.
Menurut Meutya, kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran spam di media sosial, termasuk promosi judi online yang belakangan marak muncul melalui kolom komentar di berbagai platform digital.
Sementara itu, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Mirza, menilai registrasi biometrik bukan satu-satunya solusi dalam mengatasi kejahatan siber. Namun, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan terpercaya.
Baca Juga: Tak Hanya SIM Fisik, eSIM Kini Wajib Registrasi Biometrik
Baca Juga: Komdigi Pastikan Registrasi SIM Biometrik Meluncur 1 Juli 2026
"Registrasi biometrik tentu bukan satu-satunya solusi terhadap kejahatan siber," ujar Reza kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).
Meski demikian, ia berharap penerapan registrasi biometrik dapat mengurangi potensi penyalahgunaan identitas dalam registrasi nomor prabayar sekaligus mendukung upaya pemerintah dan industri memperkuat keamanan ekosistem digital.





