Pramono Wajibkan Senayan City dan Plaza Senayan Bangun Terowongan Penghubung untuk Urai Macet

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mewajibkan pengelola Mal Senayan City dan Plaza Senayan, Jakarta Pusat, membangun akses penghubung bawah tanah atau terowongan.

Ia mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Senayan akibat keluar-masuk kendaraan pengunjung kedua pusat perbelanjaan.

"Untuk Senayan City dengan Plaza Senayan, itu juga akan saya wajibkan untuk dihubungkan di bawah. Egonya memang dari dulu tidak pernah ketemu," kata Pramono dalam diskusi Investor Daily Round Table di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Karyawan Percetakan Jakpus Disebut Tak Pernah Cerita Ada Penyekapan 3 Pekerja

Pramono mengatakan, rencana pembangunan terowongan penghubung antara kedua mal itu sebenarnya sudah lama dibahas. Namun, proyek tersebut tak kunjung terealisasi karena masing-masing pengelola enggan menurunkan ego masing-masing.

Karena itu, ia mengaku akan mengambil langkah tegas apabila kedua pengelola tidak menjalankan instruksi tersebut, salah satunya dengan menaikkan pajak.

Menurut Pramono, kenaikan pajak itu dapat dibenarkan karena aktivitas kedua pusat perbelanjaan dinilai berkontribusi terhadap kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

"Saya bilang, kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita," ucap Pramono.

Pramono menyebut, ancaman kenaikan pajak ini merupakan langkah yang paling efektif untuk memaksa kedua pengelola mal swasta tersebut mau duduk bersama.

Padahal, proyek terowongan penghubung ini diyakini mampu berdampak positif bagi kedua mal.

Baca juga: Hidden Homeless di Jakarta, Fenomena Pekerja Miskin yang Tak Mampu Sewa Hunian

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja, pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua. Menguntungkan Plaza Senayan, menguntungkan Senayan City," tutur Pramono.

"Tetapi karena egonya tidak pernah bertemu, itulah yang sekarang sedang kami kerjakan," tutur Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prihatin Kasus Icha, Ketua DPD Sultan Baktiar Minta Pemerintah Pantau Keselamatan Dokter di Daerah
• 8 jam laludisway.id
thumb
Menteri PANRB Apresiasi Kemenangan Inovasi Layanan Publik Indonesia dalam UNPSA 2026
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Dito Ariotedjo Eks Menpora Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Nadiem Akan Banding Vonis 10 Tahun Penjara: Demi Anak dan Keluarga, Mohon Doa
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kata-kata Gabriel Martinelli usai Jadi Pahlawan Brasil Singkirkan Jepang dari Piala Dunia 2026
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.