Bayi di Bekasi Alami Kejang dan Radang Otak Usai Disuntik Vaksin di Puskesmas

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi diduga mengalami radang otak setelah disuntik vaksin DPT dua kali di salah satu puskesmas di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.

Awalnya setelah imunisasi, bayi tersebut mengalami kejang berkepanjangan hingga harus menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) salah satu rumah sakit.

Orangtua bayi, A, mengatakan dokter mendiagnosis anaknya mengalami radang otak atau pembengkakan otak.

"Akhirnya dokter mendiagnosis anak saya mengalami radang otak atau pembengkakan otak akibat kejang karena demam tinggi," ujar A saat dikonfirmasi Kompas.com melalui Direct Message, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Pemkot Bekasi Bakal Panggil Kasatpol PP yang Dituding Lecehkan Bawahan

A mengatakan, awalnya ia datang ke puskesmas bersama suaminya pada Sabtu (13/6/2026) untuk memberikan vaksin campak sesuai anjuran dokter spesialis anak.

"Saat pendaftaran saya sudah menyampaikan bahwa tujuan kami datang untuk vaksin campak. Saya juga menyerahkan buku KIA. Petugas juga kembali mengonfirmasi bahwa anak saya akan menerima vaksin campak," ujar A.

Menurut A, ia mulai merasa ada yang janggal ketika memasuki ruang imunisasi.

Saat itu, suaminya diminta menuju apotek untuk mengambil obat penurun panas, sementara anaknya baru bersiap diberikan vaksin.

"Saya belum curiga, hanya bertanya-tanya kenapa harus terburu-buru, padahal masih pukul 10.00 WIB dan belum jam istirahat," katanya.

Ketika sedang mengukur tinggi badan anak, petugas disebut telah menyiapkan suntikan.

Setelah selesai, bayi tersebut langsung dipangku dan disuntik pada kedua pahanya.

"Saya sempat bertanya, 'Bu, memang suntikannya di paha? Memang dua kali suntik?' Bidan menjawab, 'Iya, ini DPT sama ininya.' Saya langsung kaget dan bilang, 'Hah? Kok DPT, Bu? Saya ke sini mau vaksin campak,'" tutur A.

Baca juga: Investigasi UBK: 3 Polisi Diduga Tawarkan Puluhan Juta Rupiah dalam 2 Hari untuk Ketua BEM FH

A mengatakan, petugas kemudian menyampaikan bahwa berdasarkan buku KIA, anaknya belum menerima vaksin DPT dosis ketiga.

Namun, menurut dia, keterangan tersebut tidak benar karena anaknya telah menerima vaksin DPT 3 jenis nonpanas di klinik, lengkap dengan pencatatan merek vaksin dan tanggal pemberian pada buku KIA.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Semua tercatat lengkap di buku KIA, termasuk merek vaksin dan tanggal pemberiannya. Tetapi anak saya justru disuntik DPT 3 lagi yang panas," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GIAMM: Industri Komponen Otomotif Indonesia Kian Kokoh di Rantai Pasok Global
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Ketika Nafkah Tidak Lagi Sekadar Uang: Memaknai Tanggung Jawab Orang Tua
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Ingatkan Umat Jangan Langsung Percaya Konten Dakwah AI di Media Sosial
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
IHSG Selasa dibuka melemah 19,34 poin ke posisi 5.801
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Pimpin Rapat Paripurna DPR, Puan Tuntaskan 4 Agenda Strategis
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.