Terkini, Jeneponto – Di aliran Sungai Mataparallu, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto,Sulawesi Selatan, suasana penuh semangat mewarnai, Rabu, 30 Juni 2026. Di sana, personel Kodim 1425/Jeneponto, petugas Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jeneponto, dan warga setempat bergotong-royong menyusun rangkaian tulangan baja dengan ketelitian tinggi.
Pemandangan ini menandai pembangunan jembatan beton penghubung Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur telah memasuki tahap pembesian—fase krusial yang menentukan kekuatan dan ketahanan lantai jembatan di masa mendatang.
Dengan spesifikasi panjang 13 meter, lebar 5 meter, dan ketinggian sekitar 4 meter dari permukaan sungai, jembatan ini menjadi wujud nyata dari program unggulan TNI Angkatan Darat untuk memperkuat konektivitas wilayah dan melayani kebutuhan dasar masyarakat .
Setiap batang baja disusun rapi dan presisi, bukan sekadar konstruksi, melainkan fondasi harapan agar penghubung ini mampu menopang lalu lintas warga secara aman dan berkelanjutan.
Semangat kolaborasi menjadi napas utama di lokasi proyek. Prajurit yang terbiasa disiplin militer menyatu dengan keahlian teknis PU serta tenaga dan pengetahuan lokal warga. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar beton dan besi, melainkan solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dirasakan.
Setelah selesai, jembatan akan memangkas waktu tempuh, melancarkan perjalanan warga, dan membuka jalan bagi mobilitas ekonomi serta pelayanan sosial yang lebih lancar antara dua wilayah yang terpisah sungai tersebut.
Pembangunan ini menjadi bukti kehadiran nyata TNI di tengah masyarakat—menjaga kedaulatan sekaligus membangun kesejahteraan. Ketelitian dalam tahap pembesian kini menjadi kunci, memastikan saat pengecoran tiba, terbentuklah struktur yang kokoh dan siap menjadi urat nadi kehidupan warga Samataring dan Tolo Timur untuk tahun-tahun mendatang.




