James Riady Minta Kadin Belarus Bangun Pabrikan Manufaktur di Indonesia

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia James T. Riady meminta agar para pengusaha Belarus menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun industri manufaktur. 

Hal ini disampaikan James dalam acara Indonesian-Belarusian Business Forum, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, negara anggota kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) ini telah mengembangkan industri, teknologi pertanian, produksi pupuk, alat berat serta pendidikan sains maupun teknologi dengan pesat. 

James menilai kedua negara saling melengkapi. Dengan perkembangan industri yang pesat, Belarus hanya berpopulasi 9 juta orang. Indonesia di sisi lain memiliki populasi 285 juta orang, dengan sumber daya alam yang berlimpah serta banyaknya generasi muda. 

"Inilah mengapa saya mendorong Belarus tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar ekspor. Saya mendorong anda untuk melihat Indonesia sebagai rumah kedua bagi anda untuk investasi. Bangun pabrik di sini, transfer teknologi anda, kembangkan manufaktur di sini bermitra dengan perusahaan-perusahaan Indonesia," tutur James di forum yang diselenggarakan Kadin Indonesia dan Belarus, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (30/6/2026). 

James menjamin pengusaha Belarus tidak akan kehabisan mitra berusaha di Indonesia. Upaya mengembangkan sektor manufaktur ini, lanjutnya, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. 

Terkait dengan iklim usaha, konglomerat grup Lippo ini turut menyampaikan komitmen Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang pro bisnis dan investasi. Apalagi, berbagai kelebihan yang dimiliki Belarus sejalan dengan agenda prioritas nasional Indonesia yaitu pengembangan industri, ketahanan pangan, serta industri penghiliran. 

Pemerintah juga disebut terus mendorong upaya pembenahan regulasi berusaha. Dia menyebut hal ini merupakan komitmen kuat Indonesia untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. 

Menurut James, posisi Belarus tak ubahnya saat pertama kali perusahaan-perusahaan Jepang masuk ke Indonesia. Dia mengklaim Jepang turut melokalisasi produksi mereka di Indonesia, serta mengembangkan talenta di dalam negeri dan bermitra dengan dunia usaha setempat. 

Apalagi, ujar James, Indonesia merupakan pintu dari pasar Asia Tenggara yang berpopulasi total sekitar 685 juta orang. 

"Kini operasi di Indonesia adalah salah satu cerita keberhasilan pertumbuhan Jepang. Mungkin salah satu cerita sukses terbesar di Asia, dan mungkin Belarus bisa menciptakan kesuksesan di Indonesia," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Portugal, Legenda Manchester United Nilai Prancis Cuma Bisa Dilawan Negara Ini di Piala Dunia 2026
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Manfaat Rutin Plank Setiap Hari
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rusa yang Berlari di Pancoran Ternyata Bobol Pintu Kandang, Sempat Ketakutan di Jalan
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Sinopsis SEBENING CINTA SCTV Episode 11, Hari Ini Tabu 1 Juli 2026: Hubungan Makin Memanas, Bimo Pergoki Bening Bersama Banyu
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Persiapan Liburan hingga Back to School Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.